- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
- Peluang WFA bagi Guru ASN Mulai Dikaji, Disdikbud Purworejo Lakukan Koordinasi Lintas Instansi
- PERTEMUAN DISKUSI SIMPEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DINDIKBUD DENGAN TIM FAK GEOGRAFI UGM YOGYAKARTA
- TEATER PELAJAR TAMPILKAN KARYA SUMANANG TIRTA SUDJANA DI FESTIVAL TEATER PELAJAR KABUPATEN PURWOREJO
- Monitoring Kemiskinan Ekstrem pada desa yang menjadi Desa Binaan Dindikbud
EKS HOOGERE KWEEKSCHOOL (HKS) DITETAPKAN SEBAGAI CAGAR BUDAYA PERINGKAT NASIONAL

Kompleks Eks Hoogere Kweekschool (HKS) yang saat ini dimanfaatkan salah satunya sebagai SMA Negeri 7 Purworejo direkomendasikan sebagai cagar budaya peringkat Nasional oleh Tim Ahli Cagar Budaya nasional (TACBN) ke Direktorat Pelindungan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Kamis(25/5/2023).
Sidang Kajian Cagar Budaya Peringkat Nasional dilaksanakan oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional di Yogyakarta tanggal 23 s.d 26 Mei 2023. Eks Hoogere Kweekschool yang saat ini dimanfaatkan sebagai SMA Negeri 7 Purworejo merupakan salah satu obyek yang direkomendasikan sebagai cagar budaya peringkat nasional, dan pada sidang ini dilaksanakan kajian lapangan (Ekskursi) di Komplek Eks Hoogeere Kweekschool pada Kamis, 25 Mei 2023.
Dalam kajian lapangan (ekskursi) hadir Judi Wahjudin, Direktur Pelindungan Kebudayaan, Drs. Surya Hilmy ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN), Kepala SMA Negeri 7 Purworejo Niken Wahyuni,M.Pd, Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom, M.Si. Wakil DPRD Kelik Susilo Ardani,S.E Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Dyah Woro Setiyaningsih,S.Sos, MM, komunitas sejarah, Budayawan dan sejarawan kabupaten Purworejo.
Sebelumnya, Kompleks SMA Negeri 7 Purworejo telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya tingkat Kabupaten berdasarkan SK Bupati Purworejo pada 9 Juni 2021.
Kemudian pada 17 November 2021, SK Gubernur Jawa tengah menetapkan Situs kompleks SMA Negeri 7 Purworejo sebagai situs cagar budaya tingkat Provinsi.
Kabid kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Dyah Woro Setiyaningsih, S.Sos, MM sangat mengapresiasi dan terharu karena atas kerja keras yang selama ini dilakukan membuahkan hasil.
"Perjuangan yang luar biasa, sudah puluhan tahun, sekitar 20 akhirnya mendapatkan pengakuan dan kemudian ada pemanfaatan cagar budaya," ungkap Woro dalam sambutannya.
Woro berharap dengan ditetapkannya eks Hoogere Kweekschool (HKS) sebagai cagar budaya harus ada keberlanjutan dan dukungan mulai dari provinsi sampai pusat, sehingga nantinya akan berkolaborasi tidak lepas begitu saja sehingga pada akhirnya masyarakat bisa di manfaatkan cagar budaya yang saat ini tanpa harus mengubah dari bentuk aslinya.
Salah satu manfaat yang dapat digunakan adalah bahwa Hoogere Kweekschool (HKS) bisa digunakan sebagai wisata edukasi yang menyimpan segudang sejarah bahkan melahirkan tokoh besar pahlawan Nasional.
Selain itu Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom, M.Si mengatakan bahwa Purworejo diakhir abad 19 manjadi sebuah wilayah yang pada masa pemerintahan kolonial merupakan salah satu wilayah yang sangat luar biasa.
"Buktinya sekolah Hoogere Kweekschool (HKS) hanya ada di 2 wilayah yaitu di Bandung dan Purworejo, artinya secara wilayah kabupaten Purworejo memiliki potensi yang luar biasa," ungkap Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom, M.Si.
Selanjutnya Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom, M.Si mengatakan adanya sekolah Hoogere Kweekschool (HKS) sangat berperan penting dalam melahirkan pengajar-pengajar hebat pada masa pemerintahan kolonial Belanda sehingga tanpa adanya sekolah Hoogere Kweekschool (HKS) pengajar-pengajar yang luar biasa tidak akan dilahirkan, Salah satunya tokoh nasional pengajar luar biasa adalah Oto Iskandar Dinata.
Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom, M.Si berharap setelah di tetapkannya eks Hoogere Kweekschool (HKS) bisa menjadi motivasi tenaga pendidik atau tenaga pengajar untuk tetap semangat untuk mencetak tokoh-tokoh yang luar biasa mencetak generasi penerus bangsa pemimpin-pemimpin Indonesia dimasa depan.
"Dulu kita di masa pemerintahan Belanda kabupaten Purworejo merupakan sebuah wilayah yang luar biasa hebat kelak dimasa depan bisa bangkit," pungkas Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom, M.Si.
