- Simulasi TKA Erlangga Periode 2 Tahun 2026 Berjalan Lancar, Siswa SMP Negeri 9 Purworejo Semakin Siap Hadapi Ujian
- Langkah Maju SDN 1 Cepedak Try Out TKA Berbasis Digital Bersama Erlangga Tingkatkan Kesiapan Siswa
- SILATURAHMI DAN PENYERAHAN RUANG SEKRETARIAT DEWAN PENDIDIKAN OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
- Dalam Rangka Memperingati Hari Film Nasional 2026, Komite Film Dewan Kesenian Purworejo Gelar Purworejo BerSINEMA
- Hangatnya Hari Pertama Masuk Sekolah Pasca Hari Raya 1447 H Tahun 2026 di SDN 1 Cepedak
- Kepala Dindikbud buka Gelar Budaya Kesenian Desa Mayungsari
- KEGIATAN PERCEPATAN INPUT SIMDA BMD DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN GUNA PEMENUHAN LKD (LKD) PEMERINTAH DAERAH
- Pesantren Kilat di SMP Negeri 13 Purworejo tahun ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan
- Keluarga besar Dindikbud ikuti pembinaan pegawai sembari halal bi halal
- Pesantren Ramadan SMP Negeri 32 Purworejo Gandeng KUA Dan IPNU-IPPNU Kecamatan Kemiri
Grup kesenian Dolalak Budi santoso

Untuk anggota sendiri, menurut Jono, memiliki banyak latar belakang yakni dari kalangan pelajar dan mereka yang sudah bekerja. Terdiri dari warga Kaliharjo dan ada juga daerah luar desa.
"Setiap anggota grup mempunyai identitas berupa kartu anggota," tambah Jono.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo Wasit Diono melalui Kepala Bidang Kebudayaan Dyah Woro Setyaningsih mengungkapkan tampilan kesenian tradisional usai upacara peringatan HUT RI memang sudah menjadi tradisi bagi Pemkab Purworejo.
Menurutnya, jenis kesenian rakyat tersebut sampai saat ini masih diminati oleh masyarakat. Banyak harapan yang disampaikan jika usai usai upacara memang disuguhkan adanya tampilan kesenian tradisional.
"Kita fokuskan tempat di Amphitheater Alun-alun dengan harapan masyarakat bisa fokus melihat di tempat tersebut. Apalagi tempatnya memang sudah memadai,” kata Dyah Woro.
Disinggung pemilihan grup kesenian dari Budi santoso, Woro menyebut jika grup tersebut menjadi grup yang masih eksis dengan penari laki-laki hingga saat ini. Dirinya tidak menampik jika di lain tempat di Purworejo, juga ada grup yang masih memunculkan kaum lelaki untuk menarikan Dolalak.
"Diluar Budi Santoso sebenarnya ada yang penarinya masih murni laki-laki, malah sudah sepuh. Kita pernah menampilkan alam Prade Budaya tapi melalui virtual,” imbuh Dyah Woro S., S.Sos., M.M.
Dirinya juga berjanji akan melakukan penyisiran Kembali untuk mengulik lagi tentang hal-hal unik kesenian tradisional yanga da dan berkembang di Kabupaten Purworejo.
