- SD Negeri 1 Pangenjurutengah Gelar Kreativitas Siswa
- Pelaksanaan TUC dan ASTS di SMP Negeri 29 Purworejo berjalan sukses
- SISWA SISWI SDN SINDURJAN PERINGATI HARI KARTINI DENGAN MERIAH
- Peringatan Hari Lahir RA Kartini di SDN Sidomulyo
- SD Negeri Donorati peringati hari kartini dengan lomba bernyanyi
- Keseruan Pawai Pakaian Adat SDN Munggangsari dalam Memperingati Hari Kartini 2026
- SMP Negeri 33 Purworejo siap melaksanakan kegiatan TUC
- TKA di sekolah puncak gunung berjalan lancar
- SMP Negeri 43 Purworejo gelar Gerakan Sekolah Asri dan Bersih
- Kilau Bakat Siswa Kaligesing di Panggung FLS3N 2026 Mengasah Karakter Lewat Seni
Jaran Bolong simbol keterbukaan hati masyarakat Purworejo

Sementara itu, Kabid Kebudayaan, pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih menjelaskan, karya tari ini diciptakan berdasarkan Misi ketiga Bupati Purworejo, yakni meningkatkan daya saing pertumbuhan ekonomi daerah berbasis UMKM, perdagangan, industri serta potensi pariwisata dan seni budaya.
"Melestarikan kebudayaan khas yang memperkuat daya Tarik wisata di Kabupaten Purworejo Salah satunya kesenian tradisional Jaran Bolong," tuturnya.
Lanjutnya dipaparkan Woro, makna Tari Jaran Bolong, terdiri dari 2 suku kata, yaitu Jaran atau Kuda dan bolong atau berlubang. Kuda adalah simbol semangat dan Bolong adalah simbol keterbukaan hati masyarakat Purworejo.
Properti Tari Jaran Bolong menggunakan properti Jaran atau kuda yang terbuat dari anyaman bambu, stilisasi dari bentuk hewan Kuda. Bentuk properti kuda pada Tari Jaran Bolong memiliki kekhasan tersendiri yaitu arah kepala kuda yang dibuat lurus kedepan sebagai simbol masyarakat Purworejo yang selalu bersemangat untuk maju dan berkembang ke depannya.
"Bentuk tersebut merupakan paduan dari properti Kuda yang digunakan pada Kesenian Incling yang arah kepalanya mendongak ke atas atau disebut onclong dan properti Kuda Kepang yang kepalanya menunduk," ungkapnya.
