- Meningkatkan Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Purworejo DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Gelar Pelatihan Kesenian
- KUNJUNGAN BERJIBAKU BERSAMA WAJIB MEMBACA BUKU SDN POLOMARTO KE PERPUSTAKAAN DAERAH PURWOREJO
- Team Pelaksana Hibah dari Bidang P3 monitoring ke RA Asyakal Desa Brenggong
- Konservasi Koleksi Museum Tosan Aji: Melestarikan Warisan Budaya Nusantara
- Pererat Silaturahmi, Insan Pendidikan Kaligesing Gelar Halal Bihalal \"Kembali Suci\" di Gedung KPRI
- Kepala DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Dukung Pelestarian Budaya: Hadiri Silaturahmi dan Pameran Keris Paguyuban Paseban Risangaji
- Simulasi TKA Erlangga Periode 2 Tahun 2026 Berjalan Lancar, Siswa SMP Negeri 9 Purworejo Semakin Siap Hadapi Ujian
- Langkah Maju SDN 1 Cepedak Try Out TKA Berbasis Digital Bersama Erlangga Tingkatkan Kesiapan Siswa
- SILATURAHMI DAN PENYERAHAN RUANG SEKRETARIAT DEWAN PENDIDIKAN OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
- Dalam Rangka Memperingati Hari Film Nasional 2026, Komite Film Dewan Kesenian Purworejo Gelar Purworejo BerSINEMA
Berinovasi ala Gerakan Kudu Sekolah Kab Pekalongan

Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu yang memperolah penghargaan dalam peningkatan kemiskinan yakni melalui capaian ipm yang cukup meningkat drastis. Salah satu yang jadi indikator dalam pencapain itu ada di bidang pendidikan yakni terkait pelaksanaan kegiatan gerakan kudu sekolah. Kudu sekolah, kudu dalam bahasa jawa yang bermakna "harus" diartikan sebagai langkah untuk mengentaskan program wajib belajar minimal 9 tahun. Dimana tahun 2018 capaian indek rata-rata lama sekolah di kabupaten ini dapat dikatakan masih rendah, dan saat ini sudah termasuk meningkat secara drastis.
Gerakan kudu sekolah sebenarnya merupakan program untuk menyekolahkan kembali anak-anak yang tidak bersekolah tapi masih usia sekolah, baik yang belum sekolah ataupun yang telah putus/keluar dari sekolah. Dengan didukung dari lembaga KOMPAK yang merupakan bentukan dari kerjasama antara indonesia dengan australia, berfokus untuk meningkatkan bidang pendidikan di indonesia.
Untuk itu kabupaten Purworejo dalam hal ini diwakilkan oleh tim Dindikpora Kab Purworejo bermaksud mencari informasi dan berdiskusi bagaiman proses pelaksanaan kegiatan kudu sekolah yang ada di kabupaten Pekalongan ini. Dari paparan yang telah disampaikan oleh tim Kudu Sekolah kabupaten Pekalongan dapat disimpulkan bahwa penganan terhadap anak tidak sekolah ini tidak hanya dapat dilakukan oleh Dinas Pendidikan sendiri melainkan harus ada pihak lain yang ikut terlibat membantu untuk mensukseskannya. Diantaranya yang perlu untuk membantu yakni BAPPEDA dan pemerintah desa karena 2 unsur ini yang menjadi tonggak utama dalam pelaksanaan kegiatan ini. Bappeda sebagai penyokong anggaran dan pemerintah desa sebagai stackholder pendataan anak tidak sekolah.
