- UJI KOMPETENSI TATA BUSANA LEVEL II
- PELAKSANAAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL TINGKAT PROVINSI TAHUN 2026 DI SMP NEGERI 2 PURWOREJO
- Dindikbud Purworejo Gelar Koordinasi Persiapan Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah APBN Tahun 2026
- Guna Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan ASN Dindikbud Purworejo diberi pengarahan
- PRASAMA MIYARA 2 RAMAIKAN PURWOREJO 7 MUSEUM SEJAWA TENGAH HADIR RIBUAN PENGUNJUNG PADATI LAPANGAN TENIS PENDOPO BUPATI
- SMP Negeri 23 Purworejo mengawali kegiatan awal tahun ajaran baru dengan MPLS
- Dindikbud Purworejo Perkuat Sinergi Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Anak Berisiko Putus Sekolah Tahun 2026
- SMP NEGERI 37 PURWOREJO MERIAHKAN PENYAMBUTAN BUPATI DALAM RANGKAIAN EXPLORE BENER SUPER
- Dindikbud Purworejo Gelar Pameran Museum Temporer Tosan Aji 2026
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Ikuti Advokasi Survei Lingkungan Belajar PAUD di Tangerang Selatan
DUA PULUH SATUAN PENDIDIKAN DI KABUPATEEN PURWOREJO IKUTI ADVOKASI
Pemerintah telah mengatur penanganan anak inkusi melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Pada Pasal 3 ayat (2) menyatakan bahwa setiap peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa berhak mengikuti pendidikan secara inklusif pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Aturan ini ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran menyebutkan satuan pendidikan perlu mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
Advokasi kepada penyelenggara Pendidikan Inklusi dilaksanakan pada hari Jumat, 1 November 2024 di Resto Bogowonto. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang Guru/Kepala Sekolah penyelenggara Pendidikan inklusi dari PAUD hingga SMK. Advokasi berjalan lancar dan tertib. Di akhir kegiatan, semua peserta membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL). RTL harus dilaksanakan sesuai jadwal yang telah diunggah di laman, dan akan pantauan dari BBPMP Provinsi Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk menjamin pelaksanaan Pendidikan inklusi berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Tujuan Pendidikan inklusi itu sendiri memberikan pendidikan yang bermutu dan setara bagi semua siswa, termasuk siswa yang memiliki kelainan fisik, mental, emosional, atau bakat istimewa. Tujuan bagus dan mulia. Oleh karena itu BBPMP mengawalnya dengan menyelenggarakan advokasi. Adapun tujuan khusus Advokasi pengisian instrumen identifikasi kapasitas satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif ini adalah untuk mengetahui kapasitas SPPPI pada aspek perencanaan berbasis data, akomodasi kurikulum, partisi pendidikan dan pelatihan guru pendidikan khusus, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan kemitraan untuk sarana prasarana, dan pemanfaatan Unit Layanan Disabilitas (ULD)
