- PESANTREN RAMADHAN BERBAGI TAKJIL SMP NEGERI 9 PURWOREJO
- PEMBAGIAN ZAKAT FITRAH SMP N 25 PURWOREJO
- Pesantren Ramadhan dan Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa
- MENUMBUHKAN KARAKTER BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA ALLAH SWT DIBULAN RAMADHAN YANG BERKAH DI LINGKUNGAN SMP NEGERI 23 PURWOREJO
- KEGIATAN RAMADHAN KHOTMIL QUR’AN DAN PERINGATAN NUZULUL QUR’AN SMP NEGERI 24 PURWOREJO
- Langkah Kecil Menuju Kehidupan Sehat Yang Berkelanjutan
- Dindikbud Kabupaten Purworejo Mendampingi DPRD Kabupaten Purworejo Konsultasi RAPERDA Tentang Pelindungan dan Pelestarian Ekspresi Budaya Tradisional di DJKI Kementerian Hukum R
- Pesantren Kilat SD Negeri Banyuurip: Menempa Generasi Berakhlak Mulia di Bulan Ramadan
- SMP Negeri 4 Purworejo Gelar Kegiatan Pembiasaan Pagi Ramadan: Tadarus Quran
- Infaq Ramadan sebagai Wujud Pembiasaan Baik SMP Negeri 4 Purworejo Berbagi dengan Sesama
Pelatihan dini tanggap bencana di SMP N 4 Purworejo

Akhir-akhir ini negara kita seringkali dilanda bencana alam, baik dari karena ulah manusianya sendiri ataupun memang karena perjalanan usia dunia yang sudah semakin tua atau bencana alam yang murni terjadi dari pergerekan alam. Yang jadi pokok penting untuk kita dalam menghadapi bencana adalah kesiap siagaan kita. Untuk itu Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Purworejo berkerja sama dengan PMI Kabupaten Purworejo dan SMP N 4 Purworejo mengadakan kegiatan pelatihan tanggap bencana di sekolah sebagai upaya pengelanan bagaiman kesiapan masyarkat menghadapi bencana alam.
Kegiatan dilaksanakan di SMP N 4 Purworejo dan diikuti oleh seluruh guru, karyawan dan siswa yang ada. Acara pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto, S.H, MM dan penutupannya rencana akan dilakukan oleh Wabup Purworejo, Yuli Hastuti, selaku Ketua PMI Kabupaten Purworejo. Dalam sambutanya beliau menuturkan tujuan dari pelatihan tanggap bencana ini adalah supaya para peserta selalu waspada terhadap bencana, karena bencana bisa datang secara tiba-tiba dan tidak bisa direncanakan. Sehingga perlu disiasati untuk mengurangi jatuhnya korban. Banyaknya korban bencana, bukan karena bencana itu sendiri. Tapi karena ketidaktahuan dan kesiapsiagaan masyarakat sekitar dalam menghadapinya.
Dengan mengikuti pelatihan tersebut para PMR madya (SMP), punya kemampuan mandiri dalam menghadapi bencana, tak hanya di sekolah, tapi di tempat mereka tinggal, Sehingga tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.