- SD Negeri Kaliwatukranggan Gelar Pesantren Kilat Ramadhan 2026
- SDN Pangengudang ramaikan gerakan ASRI
- Kegiatan Rutin selama Ramadhan: Guru dan Siswa SDN Piji Melaksanakan Salat Duha serta Tadarus Bersama
- SOSIALISASI PENYUSUNAN SK PENETAPAN ANGKA KREDIT KONVERSI JABATAN FUNGSIONAL GURU
- Kajian Ramadan SMP Negeri 17 Purworejo: Menguatkan Iman, Menata Jiwa, Menjemput Ampunan
- Persiapan Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026 2027 mulai dibeda juknisnya
- GUNA MENINGKATKAN IMAN DIDIKBUD GELAR PENGAJIAN RAMADHAN 1447 H MINGGU I TAHUN 2026
- SEMANGAT BERKARYA 192 SISWA SMPN 9 PURWOREJO IKUTI KOKURIKULER MEMBATIK SIAP KENAKAN KARYA SENDIRI
- awai Tarhib Ramadhan 1447 H kepada masyarakat di lingkungan sekolah
- GEMURUH PESTA SIAGA TAHUN 2026 KWARTIR RANTING KALIGESING
Pelatihan dini tanggap bencana di SMP N 4 Purworejo

Akhir-akhir ini negara kita seringkali dilanda bencana alam, baik dari karena ulah manusianya sendiri ataupun memang karena perjalanan usia dunia yang sudah semakin tua atau bencana alam yang murni terjadi dari pergerekan alam. Yang jadi pokok penting untuk kita dalam menghadapi bencana adalah kesiap siagaan kita. Untuk itu Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Purworejo berkerja sama dengan PMI Kabupaten Purworejo dan SMP N 4 Purworejo mengadakan kegiatan pelatihan tanggap bencana di sekolah sebagai upaya pengelanan bagaiman kesiapan masyarkat menghadapi bencana alam.
Kegiatan dilaksanakan di SMP N 4 Purworejo dan diikuti oleh seluruh guru, karyawan dan siswa yang ada. Acara pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto, S.H, MM dan penutupannya rencana akan dilakukan oleh Wabup Purworejo, Yuli Hastuti, selaku Ketua PMI Kabupaten Purworejo. Dalam sambutanya beliau menuturkan tujuan dari pelatihan tanggap bencana ini adalah supaya para peserta selalu waspada terhadap bencana, karena bencana bisa datang secara tiba-tiba dan tidak bisa direncanakan. Sehingga perlu disiasati untuk mengurangi jatuhnya korban. Banyaknya korban bencana, bukan karena bencana itu sendiri. Tapi karena ketidaktahuan dan kesiapsiagaan masyarakat sekitar dalam menghadapinya.
Dengan mengikuti pelatihan tersebut para PMR madya (SMP), punya kemampuan mandiri dalam menghadapi bencana, tak hanya di sekolah, tapi di tempat mereka tinggal, Sehingga tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
