- Rapat Koordinasi Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Digelar di Dindikbud Purworejo
- DISBUDPAREKRAF Provinsi Jawa Tengah Lakukan Pemetaan Potensi CB dan ODCB di Kabupaten Purworejo
- DINDIKBU RAIH BERLIMPAH HADIAH HASIL DARI LOMBA FUN GAMES
- Dikbud dapat peringkat 2 dalam lomba FUNGAME kemerdekaaan lintas OPD
- Seminar Nasional How to Be a Great Teacher Tekankan Guru sebagai Inspirator dan Pembentuk Karakter
- Dindikbud Purworejo Gelar Sosialisasi Hasil Penetapan Cagar Budaya Tahun 2026
- Apel pagi diikuti oleh Semua ASN Dindikbud pengawas korwilcambidik dan penilik sekolah
- SMPN 1 Purworejo Wakili Kabupaten Purworejo di LCCM Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026
- Sekretaris Dindikbud Purworejo Buka Sosialisasi Dapodik Tahun Ajaran 2026/2027 Jenjang PAUD, SD, dan SMP
- PERINGATI HARI ANAK NASIONAL, SDN PURWOREJO DAN SDN KEMIRI LOR BELAJAR SAMBIL BERMAIN DI MUSEUM TOSAN AJI
Tuntaskan melek huruf bersama Madyo Pitutur
buta aksara

Program pengentasan buta huruf atau peningkatan melek huruf di Kabupaten Purworejo pada tahun 2019 ini cukup terasa di masyarakat. Salah satu kegiatanya adalah Pendampingan Multi keaksaraan yang dikelola langsung oleh UPT SPNF Kabupaten Purworejo bersama Desa yang menjadi sasaran kegiatan ini.
Salah satu kegiatan multi keaksaraan ini dilaksanakan di Desa Kedungpucang Kecamatan Bener. Pada sejatinya kegiatan ini untuk mengenalkan calistung akan tetapi kegiatan di Desa ini disisipi juga kegiatan kesenian Madyo Pitutur. Dengan menggabungkan kegiatan kesenian tersebut merupakan langkah baik sebagai upaya menjaga melestarikan budaya lokal desa kedung pucang. Kesenian madyo pitutur merupakan salah satu kegiatan budaya lokal yang mengedepankan olahan tata bicara bahasa daerah. Pelestarian budaya daerah saat ini sedang digiatkan oleh kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam upaya menjaga kekayaan bangsa.
Kegiatan multi keaksaraan yang ada di Desa Kedungpucang Kecamatan Bener ini diikuti sebanyak 30 orang warga belajar. Yang menjadi unik daftar peserta warga belajar tersebut usianya rata-rata di atas 50 tahun bahkan ada yang berusia 70 tahun. Tentu hal ini menjadikan kita tertegun betapa semangatnya mereka untuk mendapatkan ilmu baik dalam belajar maupun menari dan menyanyi melalui kesenian Madyo Pitutur.
