- UJI KOMPETENSI TATA BUSANA LEVEL II
- PELAKSANAAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL TINGKAT PROVINSI TAHUN 2026 DI SMP NEGERI 2 PURWOREJO
- Dindikbud Purworejo Gelar Koordinasi Persiapan Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah APBN Tahun 2026
- Guna Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan ASN Dindikbud Purworejo diberi pengarahan
- PRASAMA MIYARA 2 RAMAIKAN PURWOREJO 7 MUSEUM SEJAWA TENGAH HADIR RIBUAN PENGUNJUNG PADATI LAPANGAN TENIS PENDOPO BUPATI
- SMP Negeri 23 Purworejo mengawali kegiatan awal tahun ajaran baru dengan MPLS
- Dindikbud Purworejo Perkuat Sinergi Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Anak Berisiko Putus Sekolah Tahun 2026
- SMP NEGERI 37 PURWOREJO MERIAHKAN PENYAMBUTAN BUPATI DALAM RANGKAIAN EXPLORE BENER SUPER
- Dindikbud Purworejo Gelar Pameran Museum Temporer Tosan Aji 2026
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Ikuti Advokasi Survei Lingkungan Belajar PAUD di Tangerang Selatan
1000 penari dolalak kabupaten Purworejo akan tampil pada pembukaan ASEAN TOURISM FORUM 2023

Rabu, 18 Januari 2023, Pada kesempatan kali ini Kabupaten Purworejo ikut andil menampilkan kesenian khas Kabupaten Purworejo yaitu Tari Dolalak dipembukaan event ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 yang akan digelar tanggal 3 Februari di Plataran Candi Prambanan.
ASEAN Tourism Festival yang hadir setiap tahun sekali untuk membahas isu-isu dan potensi pariwisata di kawasan ASEAN. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi venue perhelatan Asean Tourism Forum (ATF) 2023 pada tanggal 2-5 Februari 2023.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purworejo Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos, MM menyampaikan, “Tamu yang akan hadir dari berbagai negara akan hadir sehingga kita diberi peluang untuk promosi potensi Kabupaten Purworejo melalui seni budaya dengan menampilkan kesenian khas Kabupaten Purworejo yaitu Tari Dolalak”.
“Tarian ini akan dibawakan oleh siswa- siswi SMP Negeri se- Kabupaten Purworejo dengan jumlah 1000 orang untuk menyambut kehadiran para tamu.
Sekilas tentang Tari Dolalak yang merupakan salah satu kesenian khas Kabupaten Purworejo yang sudah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2019 sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.
