- PESANTREN RAMADHAN BERBAGI TAKJIL SMP NEGERI 9 PURWOREJO
- PEMBAGIAN ZAKAT FITRAH SMP N 25 PURWOREJO
- Pesantren Ramadhan dan Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa
- MENUMBUHKAN KARAKTER BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA ALLAH SWT DIBULAN RAMADHAN YANG BERKAH DI LINGKUNGAN SMP NEGERI 23 PURWOREJO
- KEGIATAN RAMADHAN KHOTMIL QUR’AN DAN PERINGATAN NUZULUL QUR’AN SMP NEGERI 24 PURWOREJO
- Langkah Kecil Menuju Kehidupan Sehat Yang Berkelanjutan
- Dindikbud Kabupaten Purworejo Mendampingi DPRD Kabupaten Purworejo Konsultasi RAPERDA Tentang Pelindungan dan Pelestarian Ekspresi Budaya Tradisional di DJKI Kementerian Hukum R
- Pesantren Kilat SD Negeri Banyuurip: Menempa Generasi Berakhlak Mulia di Bulan Ramadan
- SMP Negeri 4 Purworejo Gelar Kegiatan Pembiasaan Pagi Ramadan: Tadarus Quran
- Infaq Ramadan sebagai Wujud Pembiasaan Baik SMP Negeri 4 Purworejo Berbagi dengan Sesama
1000 penari dolalak kabupaten Purworejo akan tampil pada pembukaan ASEAN TOURISM FORUM 2023

Rabu, 18 Januari 2023, Pada kesempatan kali ini Kabupaten Purworejo ikut andil menampilkan kesenian khas Kabupaten Purworejo yaitu Tari Dolalak dipembukaan event ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 yang akan digelar tanggal 3 Februari di Plataran Candi Prambanan.
ASEAN Tourism Festival yang hadir setiap tahun sekali untuk membahas isu-isu dan potensi pariwisata di kawasan ASEAN. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi venue perhelatan Asean Tourism Forum (ATF) 2023 pada tanggal 2-5 Februari 2023.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purworejo Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos, MM menyampaikan, “Tamu yang akan hadir dari berbagai negara akan hadir sehingga kita diberi peluang untuk promosi potensi Kabupaten Purworejo melalui seni budaya dengan menampilkan kesenian khas Kabupaten Purworejo yaitu Tari Dolalak”.
“Tarian ini akan dibawakan oleh siswa- siswi SMP Negeri se- Kabupaten Purworejo dengan jumlah 1000 orang untuk menyambut kehadiran para tamu.
Sekilas tentang Tari Dolalak yang merupakan salah satu kesenian khas Kabupaten Purworejo yang sudah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2019 sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.