- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
Kunjungan Studi Kawruh Pertanian di Taman Agro Modern BRMP DIY

SLEMAN, DIY – Sebanyak 45 guru dan tenaga pendidik dari SMPN 6 Purworejo mengikuti
kunjungan studi kawruh pertanian ke Balai Pengkajian dan Riset Modernisasi Pertanian
(BRMP) DIY pada Selasa, 8 Juli 2025. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala
BRMP DIY, Dr. Dedy Irwandi, S.Pi, M.Si yang menekankan pentingnya sinergi dalam
penyebarluasan teknologi pertanian modern melalui unit-unit layanan seperti Taman Agro
Modern (TAM), IP2MP, dan Laboratorium Tanah dan Pupuk.
Kepala SMPN 6 Purworejo, Wahyu Kurnia Lestari, M.Pd., mengapresiasi kesempatan ini
sebagai sarana pembelajaran pertanian modern, khususnya urban farming. Setiap guru
nantinya akan membimbing 10 siswa dalam mengenal budidaya tanaman di lingkungan
sekolah.
Materi urban farming disampaikan oleh Riefna Afriani, S.P., M.Sc., yang menjelaskan konsep
pertanian di lahan terbatas menggunakan sistem hidroponik dan teknik lainnya seperti rakit
apung, drip system, dan aeroponik. Jenis tanaman yang bisa dibudidayakan mencakup
sayuran, buah, rempah, hingga tanaman hias.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke beberapa zona di TAM, seperti zona
hidroponik, perbenihan ubi jalar, greenhouse buah semangka dan melon, serta budidaya sayur
dan cabai. Para peserta juga dikenalkan pada produksi asap cair sebagai biopestisida.
Diskusi berkembang pada potensi penerapan urban farming tematik di sekolah, seperti
vertical garden, rooftop garden, aquaponik sederhana, dan kebun buah mini. Kegiatan ini
diharapkan meningkatkan keterampilan, kesadaran lingkungan, serta tanggung jawab siswa
dalam merawat tanaman.
Kunjungan diakhiri dengan sesi di laboratorium diseminasi untuk mengenal produk hasil
pertanian dari berbagai komoditas. Kegiatan ini membuka peluang besar untuk penerapan
pertanian edukatif di lingkungan sekolah.
