- Kementerian Kebudayaan RI Lakukan Monitoring Penggunaan DAK Non Fisik di Museum Tosan Aji
- Peringatan Hari Ibu di SMP Negeri 25 Purworejo
- Peningkatan Kapasitas Pendidik & Tenaga Kependidikan PGRI Cabang Kaligesing
- Upacara Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 di SD Negeri Kepatihan
- SD NegSD Negeri Pangengudang Gelar Kegiatan Parent Teaching Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah
- peringatan Hari Ibu tahun 2025 di SMP Negeri 29 Purworejo berjalan lancar
- SMP Negeri 15 Purworejo menerima kunjungan dari SMP 2 Puring Kebumen
- Memperingati Hari Ibu, Peserta didik SDN Donorati membuat Kartu Ucapan
- SMP Negeri 13 Purworejo melaksanakan apel pagi dalam rangka memperingati Hari Ibu
- Di Balik Senyumku, Ada Doa Ibu dari SD N Sebomenggalan
Focus Group Discussion (FGD) Objek Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Purworejo

Kamis, 10 Juli 2025 - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) hasil kajian Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Wayang Gagrak Bagelenan dan Clorot di Gedung Kesenian WR. Soepratman, Purworejo.
Menghadirkan narasumber dari Tim Pengkaji Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Hadmadi Agung Suryono, SS., Lengkong Sanggar Ginaris, SS.,MA., Bapak Wagino (PEPADI Purworejo), Saputra Giri Wicaksono (Informan OPK Clorot), Bapak Surono (Seniman Wayang Kaligesingan, kegiatan ini diikuti oleh Pepadi Kabupaten Purworejo, Dewan Kesenian Purworejo (DKP), seniman wayang, informan Clorot dan mahasiswa FIB Universitas Diponegoro.
Kabid Kebudayaan DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Ibu Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos.,M.M. pada sambutannya menyampaikan, "Kajian objek pemajuan kebudayaan dalam rangka melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina objek-objek kebudayaan yang menjadi warisan budaya khususnya di Kabupaten Purworejo, sehingga nilai-nilai luhur budaya dapat terus lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat".
"Memperoleh pemahanan yang lebih mendalam tentang kekayaan budaya Kabupaten Purworejo dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya", ujarnya.
Melalui kajian ini juga manjadi dasar untuk kedepannya diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb), sehingga diharapkan dapat tercipta pemahaman yang lebih mendalam tentang objek pemajuan kebudayaan, sehingga upaya pelestarian dan pemanfaatnnya dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
