- Bulan depan akan ada lomba -lomba FLS3n jangan lupa saksikan
- Praktik Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah di SMP Negeri 22 Purworejo Dorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran
- Bupati Purworejo Kukuhkan 128 Kepala Sekolah, Tekankan Profesionalitas dan Patuh Regulasi
- EVALUASI ADMINISTRASI PEMBELAJARAN BAGI KS & GURU TK BERSERTIFIKASI
- SD Negeri 1 Pangenjurutengah Gelar Kreativitas Siswa
- Pelaksanaan TUC dan ASTS di SMP Negeri 29 Purworejo berjalan sukses
- SISWA SISWI SDN SINDURJAN PERINGATI HARI KARTINI DENGAN MERIAH
- Peringatan Hari Lahir RA Kartini di SDN Sidomulyo
- SD Negeri Donorati peringati hari kartini dengan lomba bernyanyi
- Keseruan Pawai Pakaian Adat SDN Munggangsari dalam Memperingati Hari Kartini 2026
Focus Group Discussion (FGD) Objek Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Purworejo

Kamis, 10 Juli 2025 - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) hasil kajian Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Wayang Gagrak Bagelenan dan Clorot di Gedung Kesenian WR. Soepratman, Purworejo.
Menghadirkan narasumber dari Tim Pengkaji Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Hadmadi Agung Suryono, SS., Lengkong Sanggar Ginaris, SS.,MA., Bapak Wagino (PEPADI Purworejo), Saputra Giri Wicaksono (Informan OPK Clorot), Bapak Surono (Seniman Wayang Kaligesingan, kegiatan ini diikuti oleh Pepadi Kabupaten Purworejo, Dewan Kesenian Purworejo (DKP), seniman wayang, informan Clorot dan mahasiswa FIB Universitas Diponegoro.
Kabid Kebudayaan DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Ibu Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos.,M.M. pada sambutannya menyampaikan, "Kajian objek pemajuan kebudayaan dalam rangka melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina objek-objek kebudayaan yang menjadi warisan budaya khususnya di Kabupaten Purworejo, sehingga nilai-nilai luhur budaya dapat terus lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat".
"Memperoleh pemahanan yang lebih mendalam tentang kekayaan budaya Kabupaten Purworejo dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya", ujarnya.
Melalui kajian ini juga manjadi dasar untuk kedepannya diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb), sehingga diharapkan dapat tercipta pemahaman yang lebih mendalam tentang objek pemajuan kebudayaan, sehingga upaya pelestarian dan pemanfaatnnya dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
