- Pemetaan Sekolah SD Sebomenggalan dan ProSN
- Pegiat budaya dan dindikbud belajar integrasi manajemen pengelolaan budaya sekolah
- Persiapan OSN-K, KKKS Wilcambidik Purwodadi Gelar Bedah Kisi Kisi OSN Selama Dua Hari
- Pemeliharaan Gedung Kantor Korwilcam bidik perlu diperhatikan
- Pembukaan O2SN Kabupaten Purworejo 2026 Berlangsung Meriah di GOR Sarwo Edhi Wibowo
- O2SN 2026 Kabupaten Purworejo Resmi Dimulai Jadi Ajang Pengembangan Prestasi dan Sportivitas Siswa
- Ceria Bersama SD Negeri 1 Maron dalam Lomba Mewarnai dan SPMB 2026
- PELATIHAN MATEMATIKA GEMBIRA BAGI GURU TK BERSERTIFIKASI
- Sosialisasi SPMB Jenjang SD Wilayah Kemiri, Pituruh, dan Bruno Digelar di SD Negeri Kemiri
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Siapkan Pelayanan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027
Pegiat budaya dan dindikbud belajar integrasi manajemen pengelolaan budaya sekolah

Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo bersama Sekretaris Dinporapar dan para pegiat budaya Purworejo baru saja melakukan studi tiru ke KB, Pra SD TK, SD dan TPA "Rumah Citta" di Kota Yogyakarta. Kunjungan ini bukan sekadar melihat fasilitas fisik, tetapi lebih pada memahami manajemen pengelolaan budaya sekolah yang hidup dan dijalankan secara konsisten oleh guru, karyawan, dan siswa.
Dalam diskusi yang difasilitasi oleh Yayasan Umar Kayam, pembahasan mengerucut pada tiga pilar penting: kompetensi, attitude, dan kebiasaan. Sekolah yang baik tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter dan etika melalui budaya keseharian yang diterapkan sejak dini. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan hormat kepada sesama ditanamkan melalui praktik nyata, bukan hanya hafalan materi.
Pengalaman di Rumah Citta menunjukkan bahwa budaya sekolah yang kuat mampu menciptakan lingkungan belajar yang hangat, aman, dan memotivasi. Guru menjadi teladan, karyawan menjadi bagian dari sistem penguatan karakter, dan siswa terbiasa menjalankan nilai-nilai baik dalam setiap interaksi. Proses ini membutuhkan komitmen jangka panjang dan konsistensi seluruh warga sekolah.
Latar belakang inilah yang mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo untuk menginisiasi penguatan konsep Sekolah Adi Budaya. Harapannya, sekolah-sekolah di Purworejo tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga melahirkan lulusan yang berkarakter kuat, beretika baik, dan memiliki identitas budaya yang jelas. Pendidikan karakter harus menjadi nafas dalam setiap aktivitas pembelajaran.
Harapan ke depan, lulusan sekolah Adi Budaya di Purworejo dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki sopan santun, dan semangat belajar yang tinggi. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat, menjunjung tinggi nilai luhur bangsa, sekaligus siap bersaing di era global. Dengan fondasi karakter dan etika yang kokoh, pendidikan di Purworejo dapat melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual.
