Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen

By ADMIN 19 Jun 2026, 10:35:18 WIB Kegiatan
Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen

 

Purworejo, 18 Juni 2026 – Peringatan menyambut tahun baru jawa 1960 saka di Kabupaten Purworejo tahun ini menghadirkan dua agenda adat yang saling mengikat yaitu Jamasan Tosan Aji dan Pagelaran Wayang Kulit Gagrak Bagelenan. Keduanya bukan sekadar ritual tahunan, melainkan cerminan identitas budaya masyarakat Bagelen yang masih hidup hingga kini.

Prosesi Jamasan dilakukan secara cermat dan hati-hati oleh Juru Jamas Ki Teguh Wahyu Kuntoro dan penyerahan pusaka simbolik dilakukan langsung oleh Ibu Yuli Hastuti. Adapun tiga koleksi pusaka bersejarah yang dijamas diantaranya Keris Kanjeng Kyai Slamet Bupati I Cokronegoro, Tombak Bupati I Cokronegoro, Keris Jalak Tilam Koleksi Museum Tosan Aji Purworejo sumbangan Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam pada 13 April 1987. Dengan ubo rampe (perlengkapan) seperti kembang setaman, air kelapa, dan jeruk nipis, prosesi jamasan berlangsung penuh makna filosofis.
Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menegaskan bahwa Jamasan bukan sekadar kegiatan membersihkan benda pusaka secara fisik. "Jamasan bukan hanya membersihkan benda pusaka secara fisik, tetapi juga mengandung filosofi penyucian diri, pengendalian hawa nafsu, serta upaya menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, alam lingkungan, dan warisan budaya leluhur." Oleh karena itu, menurutnya pusaka merupakan jejak sejarah perjalanan Kabupaten Purworejo yang harus dirawat dan dilestarikan bersama.

Sebelum memasuki acara inti, digelar pula penampilan kesenian daerah yang menyemarakkan suasana. Tari Kreasi Jolenan dibawakan oleh siswa SMPN 4 Purworejo yang menjadi Juara II dalam FLS3N tahun 2026. Tak kalah menarik, Cing Po Ling yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Purworejo turut ditampilkan. Tarian ini menjadi bukti kekayaan tradisi yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

"Saya merasa bangga karena dalam kegiatan ini telah ditampilkan berbagai kesenian daerah yang menjadi identitas budaya Purworejo," ujar Yuli Hastuti dalam sambutannya.
Puncak acara peringatan Tahun Baru Jawa ini adalah Pagelaran Wayang Kulit Gagrak Bagelenan dengan dalang Ki Sunarpo Guna Prayitno dan Ki Parikesit Dipoyono yang membawakan lakon "Bima Suci". Lakon ini mengisahkan perjalanan Bima, sang tokoh pandawa yang kuat, teguh, dan jujur dalam mencari air suci (tirta pawitra) yang menjadi simbol pencarian jati diri, kebenaran, dan kesempurnaan budi pekerti.

Wayang Kulit Gagrak Bagelenan bukan sekadar pertunjukan seni biasa. Ia adalah cermin identitas masyarakat Bagelen yaitu masyarakat yang mendiami wilayah budaya di sekitar Purworejo dan sekitarnya.

Berbeda dengan wayang gagrak Surakarta atau Yogyakarta yang lebih dikenal luas, Gagrak Bagelenan memiliki kekhasan tersendiri yang menjadikannya penanda budaya bagi masyarakat Bagelen. Komposisi karawitan gending pengiring dari Wayangan Gagrak Bagelen tidak ditemukan di gagrak lain. Pun juga gaya bahasa yang digunakan dalam suluknya mencerminkan dialek Bagelen khas masyarakat Purworejo.

Yudhie Agung Prihatno, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, menambahkan bahwa rangkaian penampilan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya.
Kekhasan inilah yang membuat Wayang Kulit Gagrak Bagelenan saat ini sedang dalam proses pengusulan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, sebuah upaya untuk mengukuhkan posisinya sebagai warisan budaya yang diakui secara nasional.

Seluruh rangkaian peringatan Tahun Baru Jawa ini bukanlah sekadar seremonial tahunan. Ia adalah wujud nyata dari semangat Merawat Pusaka, Menjaga Sejarah sebagaimana Yuli Hastuti mengatakan ini sebagai komitmen lintas generasi untuk terus merawat warisan leluhur, baik yang berwujud fisik seperti tosan aji, maupun yang tak berwujud seperti seni pertunjukan dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment