- Sosialisasi Perpajakan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo
- Dindikbud gelar persiapan Acara Grebeg Budaya dalam Rangka Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- Technical Meeting Acara Grebeg Budaya Kabupaten Purworejo
- Khotmil Qur’an dan Peringatan Isra Mi’raj SMP Negeri 36 Purworejo
- SMP NEGERI 9 PURWOREJO GELAR KEGIATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW
- Khidmat dan Penuh Makna, SMPN 6 Purworejo Gelar Peringatan Isra Mi\\
- SDN NGUPASAN GELAR KEGIATAN PRAMUKA BULAN JANUARI 2026
- KEGIATAN IHT SMP NEGERI 13 PURWOREJO
- Rapat Kerja Kepala Sekolah Wilcambidik Bruno Perkuat Kesiapan Satuan Pendidikan Hadapi 2026
- SD/MI se-Kwarran Bruno Gelar Perkemahan Satu Hari; Wahana Pembinaan Karakter
Grebeg Budaya Meriahkan Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo

Purworejo, 16 Februari 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dukungan Bank Jateng Cabang Purworejo menggelar acara Grebeg Budaya. Semarak Grebeg Budaya tahun ini menghadirkan berbagai atraksi budaya, di antaranya Kirab 16 Gunungan, Kirab Bregada, dan Pentas Budaya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melestarikan tradisi dan memperkenalkan kekayaan budaya Purworejo kepada masyarakat luas.
Acara Grebeg Budaya diselenggarakan di alun-alun Purworejo dan diawali dengan penampilan spektakuler color guard dari Gita Bahana Spensa. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Kirab Gunungan dan Kirab Bregada dari 16 Kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan Bregada Gunungan, yang diapit oleh Bregada Budaya dan dipimpin oleh Bregada Panji. Kirab ini juga melibatkan Bregada Perwira, yang terdiri dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMCAM) serta pemerintah desa. Terakhir, arak-arakan ditutup oleh Bregada Warga yang menampilkan potensi unggulan dari masing-masing kecamatan.
"Bregada Gunungan yang dibawa oleh warga itu hasil kekayaan dari masing-masing kecamatan. Memang mayoritas membawa hasil tani sebagai rasa syukur, tapi ada juga inovasi seperti dari Kecamatan Bener yang membawa kerajinan Besek. Jadi, nanti ada penilaian dari berbagai kategori baik dari Bregada-nya, Pentas Seni-nya, maupun Gunungan-nya," ungkap Wasit Diono, S.Sos, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo dalam wawancara pasca acara berlangsung.
Pada rangkaian yang amat dinanti-nanti masyarakat, yaitu Pentas Budaya ditampilkan tari-tarian dari kelompok kesenian yang telah menerima hibah alat kesenian. Acara ini menjadi wadah ekspresi budaya sekaligus pengingat pentingnya melestarikan warisan budayadaerah. Menambah kemeriahan acara, ditampilkan pula Kesenian Jaran Bolong, penyaji terbaik dalam ajang Pentas Duta Seni se-Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah(TMII).
"Jaran Bolong merupakan kesenian yang dikembangkan dari akulturasi jaran kepang dan incling. Kata 'bolong' bermakna terbuka yang menandakan kebudayaan tersebut terinspirasi pada keterbukaan dari beberapa sudut kesenian di sekitar wilayah Purworejo," ujar Rochmat Supanto, Ketua Kelompok Kesenian Jaran Bolong.
Puncak acara Grebeg Budaya ditandai dengan prosesi “Rayahan” atau perebutan gunungan di Alun-alun Purworejo, yang menjadi simbol keberkahan dan kebersamaan masyarakat. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi masyarakat Purworejo untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya daerah serta memperkuat kebanggaan terhadap warisan leluhur.
