- Meningkatkan Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Purworejo DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Gelar Pelatihan Kesenian
- KUNJUNGAN BERJIBAKU BERSAMA WAJIB MEMBACA BUKU SDN POLOMARTO KE PERPUSTAKAAN DAERAH PURWOREJO
- Team Pelaksana Hibah dari Bidang P3 monitoring ke RA Asyakal Desa Brenggong
- Konservasi Koleksi Museum Tosan Aji: Melestarikan Warisan Budaya Nusantara
- Pererat Silaturahmi, Insan Pendidikan Kaligesing Gelar Halal Bihalal \"Kembali Suci\" di Gedung KPRI
- Kepala DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Dukung Pelestarian Budaya: Hadiri Silaturahmi dan Pameran Keris Paguyuban Paseban Risangaji
- Simulasi TKA Erlangga Periode 2 Tahun 2026 Berjalan Lancar, Siswa SMP Negeri 9 Purworejo Semakin Siap Hadapi Ujian
- Langkah Maju SDN 1 Cepedak Try Out TKA Berbasis Digital Bersama Erlangga Tingkatkan Kesiapan Siswa
- SILATURAHMI DAN PENYERAHAN RUANG SEKRETARIAT DEWAN PENDIDIKAN OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
- Dalam Rangka Memperingati Hari Film Nasional 2026, Komite Film Dewan Kesenian Purworejo Gelar Purworejo BerSINEMA
Grebeg Budaya Meriahkan Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo

Purworejo, 16 Februari 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dukungan Bank Jateng Cabang Purworejo menggelar acara Grebeg Budaya. Semarak Grebeg Budaya tahun ini menghadirkan berbagai atraksi budaya, di antaranya Kirab 16 Gunungan, Kirab Bregada, dan Pentas Budaya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melestarikan tradisi dan memperkenalkan kekayaan budaya Purworejo kepada masyarakat luas.
Acara Grebeg Budaya diselenggarakan di alun-alun Purworejo dan diawali dengan penampilan spektakuler color guard dari Gita Bahana Spensa. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Kirab Gunungan dan Kirab Bregada dari 16 Kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan Bregada Gunungan, yang diapit oleh Bregada Budaya dan dipimpin oleh Bregada Panji. Kirab ini juga melibatkan Bregada Perwira, yang terdiri dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMCAM) serta pemerintah desa. Terakhir, arak-arakan ditutup oleh Bregada Warga yang menampilkan potensi unggulan dari masing-masing kecamatan.
"Bregada Gunungan yang dibawa oleh warga itu hasil kekayaan dari masing-masing kecamatan. Memang mayoritas membawa hasil tani sebagai rasa syukur, tapi ada juga inovasi seperti dari Kecamatan Bener yang membawa kerajinan Besek. Jadi, nanti ada penilaian dari berbagai kategori baik dari Bregada-nya, Pentas Seni-nya, maupun Gunungan-nya," ungkap Wasit Diono, S.Sos, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo dalam wawancara pasca acara berlangsung.
Pada rangkaian yang amat dinanti-nanti masyarakat, yaitu Pentas Budaya ditampilkan tari-tarian dari kelompok kesenian yang telah menerima hibah alat kesenian. Acara ini menjadi wadah ekspresi budaya sekaligus pengingat pentingnya melestarikan warisan budayadaerah. Menambah kemeriahan acara, ditampilkan pula Kesenian Jaran Bolong, penyaji terbaik dalam ajang Pentas Duta Seni se-Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah(TMII).
"Jaran Bolong merupakan kesenian yang dikembangkan dari akulturasi jaran kepang dan incling. Kata 'bolong' bermakna terbuka yang menandakan kebudayaan tersebut terinspirasi pada keterbukaan dari beberapa sudut kesenian di sekitar wilayah Purworejo," ujar Rochmat Supanto, Ketua Kelompok Kesenian Jaran Bolong.
Puncak acara Grebeg Budaya ditandai dengan prosesi “Rayahan” atau perebutan gunungan di Alun-alun Purworejo, yang menjadi simbol keberkahan dan kebersamaan masyarakat. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi masyarakat Purworejo untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya daerah serta memperkuat kebanggaan terhadap warisan leluhur.
