- Persiapan OSN-K, KKKS Wilcambidik Purwodadi Gelar Bedah Kisi Kisi OSN Selama Dua Hari
- Pemeliharaan Gedung Kantor Korwilcam bidik perlu diperhatikan
- Pembukaan O2SN Kabupaten Purworejo 2026 Berlangsung Meriah di GOR Sarwo Edhi Wibowo
- O2SN 2026 Kabupaten Purworejo Resmi Dimulai Jadi Ajang Pengembangan Prestasi dan Sportivitas Siswa
- Ceria Bersama SD Negeri 1 Maron dalam Lomba Mewarnai dan SPMB 2026
- PELATIHAN MATEMATIKA GEMBIRA BAGI GURU TK BERSERTIFIKASI
- Sosialisasi SPMB Jenjang SD Wilayah Kemiri, Pituruh, dan Bruno Digelar di SD Negeri Kemiri
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Siapkan Pelayanan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027
- Pelatihan Training of Trainer TOT AI Ready ASEAN Tingkatkan Kemampuan Pengembangan Diri Siswa SMP Negeri 22 Purworejo
- Semangat Hari Pendidikan Nasional 2026 Kabupaten Purworejo tidak hanya dirayakan dengan upacara
Grup kesenian Dolalak Budi santoso

Untuk anggota sendiri, menurut Jono, memiliki banyak latar belakang yakni dari kalangan pelajar dan mereka yang sudah bekerja. Terdiri dari warga Kaliharjo dan ada juga daerah luar desa.
"Setiap anggota grup mempunyai identitas berupa kartu anggota," tambah Jono.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo Wasit Diono melalui Kepala Bidang Kebudayaan Dyah Woro Setyaningsih mengungkapkan tampilan kesenian tradisional usai upacara peringatan HUT RI memang sudah menjadi tradisi bagi Pemkab Purworejo.
Menurutnya, jenis kesenian rakyat tersebut sampai saat ini masih diminati oleh masyarakat. Banyak harapan yang disampaikan jika usai usai upacara memang disuguhkan adanya tampilan kesenian tradisional.
"Kita fokuskan tempat di Amphitheater Alun-alun dengan harapan masyarakat bisa fokus melihat di tempat tersebut. Apalagi tempatnya memang sudah memadai,” kata Dyah Woro.
Disinggung pemilihan grup kesenian dari Budi santoso, Woro menyebut jika grup tersebut menjadi grup yang masih eksis dengan penari laki-laki hingga saat ini. Dirinya tidak menampik jika di lain tempat di Purworejo, juga ada grup yang masih memunculkan kaum lelaki untuk menarikan Dolalak.
"Diluar Budi Santoso sebenarnya ada yang penarinya masih murni laki-laki, malah sudah sepuh. Kita pernah menampilkan alam Prade Budaya tapi melalui virtual,” imbuh Dyah Woro S., S.Sos., M.M.
Dirinya juga berjanji akan melakukan penyisiran Kembali untuk mengulik lagi tentang hal-hal unik kesenian tradisional yanga da dan berkembang di Kabupaten Purworejo.
