- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
- Peluang WFA bagi Guru ASN Mulai Dikaji, Disdikbud Purworejo Lakukan Koordinasi Lintas Instansi
- PERTEMUAN DISKUSI SIMPEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DINDIKBUD DENGAN TIM FAK GEOGRAFI UGM YOGYAKARTA
- TEATER PELAJAR TAMPILKAN KARYA SUMANANG TIRTA SUDJANA DI FESTIVAL TEATER PELAJAR KABUPATEN PURWOREJO
Menanamkan Karakter Islami Sejak Dini di SD Keduren

PURWOREJO— Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Keduren antusias mengikuti pembukaan kegiatan Pesantren Ramadhan yang dimulai pada Senin (9/3/2026). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (11/3/2026) ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama serta membentuk karakter religius siswa di tengah kekhusyukan bulan suci.
Sejak pukul 07.30 WIB, suasana religius sudah terasa di lingkungan sekolah. Para siswa yang mengenakan busana Muslim tampak memadati ruang aula dan kelas-kelas yang telah disiapkan. Berdasarkan data panitia, sebanyak 124 siswa dari kelas satu sampai enam turut serta dalam agenda tahunan ini.
Kepala Sekolah SD Keduren Sri Wahyuningsih menyatakan bahwa Pesantren Ramadhan tahun ini dirancang agar lebih interaktif dan aplikatif. "Kami ingin Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tetapi menjadi momentum bagi anak-anak untuk memahami akar spiritualitas mereka melalui Al Qur'an, pendalaman ibadah, dan sejarah besar Islam," ujarnya di sela-sela pembukaan acara.
Kurikulum Tiga Hari
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan menerima materi intensif yang dibagi ke dalam tiga pilar utama yaitu Alqur’an, Fiqih, Tarikh.
Materi Al Qur'an Fokus pada perbaikan bacaan (tajwid) dan hafalan surat-surat pendek (tahfidz). Siswa dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan untuk memastikan bimbingan yang personal. Materi Fiqih Ibadah (Puasa dan Zakat) Selain praktik wudhu dan shalat, siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai rukun dan syarat sah puasa. Tak hanya itu, materi khusus mengenai zakat fitrah juga diberikan untuk menumbuhkan jiwa kepedulian sosial, termasuk simulasi tata cara penyerahan zakat yang benar. Sedangkan materi Sejarah Islam (Tarikh) berupa Pengenalan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang dikemas melalui metode dongeng dan visual agar menarik minat siswa usia dasar.
Membangun Kedisiplinan
Salah satu pengajar, Ustazah Waeti, menyebutkan bahwa tantangan terbesar sekaligus peluang dalam kegiatan ini adalah menumbuhkan kedisiplinan di tengah kondisi berpuasa. "Anak-anak diajarkan untuk tetap produktif dan menjaga akhlak meski sedang menjalankan ibadah puasa. Respon mereka sangat positif, terutama saat sesi tanya jawab mengenai hal-hal yang membatalkan puasa dan siapa saja yang berhak menerima zakat," katanya.
Kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek kognitif atau pengetahuan semata. Pihak sekolah berharap, setelah kegiatan Pesantren Ramadhan para siswa dapat membawa kebiasaan baik seperti shalat tepat waktu, gemar membaca Al Qur'an, serta memiliki kesadaran untuk berbagi ke dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Pelaksanaan hari pertama ini ditutup dengan doa bersama dan pembagian motivasi ibadah bagi para siswa. Agenda akan dilanjutkan besok dengan fokus Alqur’an serta pendalaman sejarah Islam dan di tutup dengan acara buka bersama yang nantinya dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2026.
