- Meningkatkan Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Purworejo DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Gelar Pelatihan Kesenian
- KUNJUNGAN BERJIBAKU BERSAMA WAJIB MEMBACA BUKU SDN POLOMARTO KE PERPUSTAKAAN DAERAH PURWOREJO
- Team Pelaksana Hibah dari Bidang P3 monitoring ke RA Asyakal Desa Brenggong
- Konservasi Koleksi Museum Tosan Aji: Melestarikan Warisan Budaya Nusantara
- Pererat Silaturahmi, Insan Pendidikan Kaligesing Gelar Halal Bihalal \"Kembali Suci\" di Gedung KPRI
- Kepala DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Dukung Pelestarian Budaya: Hadiri Silaturahmi dan Pameran Keris Paguyuban Paseban Risangaji
- Simulasi TKA Erlangga Periode 2 Tahun 2026 Berjalan Lancar, Siswa SMP Negeri 9 Purworejo Semakin Siap Hadapi Ujian
- Langkah Maju SDN 1 Cepedak Try Out TKA Berbasis Digital Bersama Erlangga Tingkatkan Kesiapan Siswa
- SILATURAHMI DAN PENYERAHAN RUANG SEKRETARIAT DEWAN PENDIDIKAN OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
- Dalam Rangka Memperingati Hari Film Nasional 2026, Komite Film Dewan Kesenian Purworejo Gelar Purworejo BerSINEMA
Menguatkan karakter peserta didik dengan dilaksanakan P5 dengan tema Bhinneka Tunggal Ika

Pada tahun ajaran 2023/2024 SMP Negeri 14 Purworejo memberlakukan dua kurikulum yaitu Kurikulum 2013 bagi kelas 9 serta Kurikulum Merdeka bagi kelas 7 dan 8. Kurikulum Merdeka sudah dua tahun berjalan. Kurikulum ini memiliki tiga karakteristik dasar, satu diantaranya yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). P5 merupakan bagian dari mata pelajaran yang tidak dapat dipisahkan yang dilaksanakan secara kokurikuler, dan mempunyai porsi 20-30% dari pembelajaran. Ada 7 tema yang harus selesaikan oleh peserta didik selama mengenyam pendidikan di SMP dalam waktu tiga tahun.
Baru-baru ini, tepatnya pada tanggal 6 - 18 November 2023 telah dilaksanakan P5 dengan tema Bhinneka Tunggal Ika, sedang sub temanya Parade Tarian Tradisional dan Nusantara bagi kelas 7 dan 8 secara serentak. Pada awal kegiatan, disosialisasikan berbagai tarian dari berbagai daerah di Nusantara oleh Fasilitator kegiatan. Pada pertemuan berikutnya semua peserta didik dilatih tarian tradisional, peserta didik putri tarian ndolalak (khas Purworejo) dan peserta didik putra dilatih tarian jaran kepang (khas dari Ponorogo, Jawa Timur). Untuk melatih dua tarian wajib tersebut didatangkan pelatih tari yang merupakan mantan guru tari SMP Negeri 14 Purworejo yaitu Bapak Edi Purwanto. Disamping mempelajari tarian tradisiomal wajib tersebut, peserta didik diberi kesempatan mengunjungi berbagai daerah di Indonesia melalui internet untuk lebih dekat mengenal berbagai macam tarian tradisional. Yang selanjutnya secara berkelompok berlatih lagi satu tarian dari Nusantara yang mereka kunjungi. Pada Minggu kedua peserta didik berlatih secara mandiri namun didampingi oleh guru pembimbing.
Sebagai puncak kegiatan P5 dilaksanakan Gelar Karya, yaitu tanggal 17-18 November 2023. selama dua hari. Pada hari tersebut seluruh peserta didik tampil dengan ketentuan kostum adalah hasil kreativitas sendiri dan tidak diperkenankan menyewa.
Pada hari Jumat, 17 November 2023 P5 dibuka oleh Kepala Sekolah, dilanjutkan dengan tarian massal Ndolalak oleh peserta didik putri kelas 7 dan 8. Sedangkan tampilan tarian tradisional Nusantara dibawakan oleh seluruh peserta didik putra baik kelas 7 maupun 8. Pelaksanaan hari kedua yaitu pada hari Sabtu, 18 November 2023 ditampilkan tarian massal Jaran Kepang yang dilanjutkan dengan tampilan tarian tradisional nusantara oleh peserta didik putri.
Dalam sambutannya Kepala Sekolah menyampaikan bahwa dari kegiatan P5 ini bertujuan untuk menguatkan karakter peserta didik dengan indikator tumbuhhnya dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila yaitu, kemandirian, berkebhinnekaan global, kreatif, bernalar kritis dan juga bertaqwa serta berakhlak mulia. Lebih lanjut disampaikan oleh Kepala Sekolah dengan mempelajari tarian tradisional dari berbagai daerah di nusantara bukan berarti old off date atau ketinggalan jaman, namun justru sebaliknya selangkah lebih maju. Karena dengan mempelajari tarian tradisional peserta didik dapat lebih mengenal berbagai budaya daerah dari berbagai suku, yang pada akhirnya akan lebih menghargai, lebih menghormati sehingga terhindar dari sikap intoleransi. Kegiatan berjalan dengan lancar dan semoga benar-benar dapat menguatkan profil pelajar Pancasila pada diri peserta didik.
