- OJT Perkuat Kompetensi Bahasa Inggris dan Strategi Pembelajaran Guru SD
- Dindikbud Purworejo Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Koordinasi dalam Optimalisasi Pelayanan
- Dindikbud Purworejo berpartisipasi mempercepat penanggulangan kemiskinan di wilayah Jawa Tengah
- Pemetaan Sekolah SD Sebomenggalan dan ProSN
- Pegiat budaya dan dindikbud belajar integrasi manajemen pengelolaan budaya sekolah
- Persiapan OSN-K, KKKS Wilcambidik Purwodadi Gelar Bedah Kisi Kisi OSN Selama Dua Hari
- Pemeliharaan Gedung Kantor Korwilcam bidik perlu diperhatikan
- Pembukaan O2SN Kabupaten Purworejo 2026 Berlangsung Meriah di GOR Sarwo Edhi Wibowo
- O2SN 2026 Kabupaten Purworejo Resmi Dimulai Jadi Ajang Pengembangan Prestasi dan Sportivitas Siswa
- Ceria Bersama SD Negeri 1 Maron dalam Lomba Mewarnai dan SPMB 2026
OJT Perkuat Kompetensi Bahasa Inggris dan Strategi Pembelajaran Guru SD

BBGTK adalah Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan adalah Unit Pelaksana Teknis dibawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang bertugas mengembangkan dan memberdayakan guru dan tenaga kependidikan.bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan On-the-Job Training (OJT) Meeting sebagai bagian dari Program Pengembangan Profesional Guru Sekolah Dasar dalam Pengajaran Bahasa Inggris.
Kegiatan dilaksanakan hari Kamis, 4 Juni 2026 bertempat di Aula A Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo pada pukul 08.00 sampai dengan selesai dengan peserta 25 guru yang berasal dari Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Bp. Priyantoro, S.Sos.,M.M.
Sosialisasi di sampaikan oleh nara sumber ibu Hening Wijayanti, S.Pd. Guru Bahasa Inggris dari SMPN 3 Karanganyar, Kab. Kebumen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris guru sekaligus memperkuat kompetensi pedagogik melalui penerapan strategi pembelajaran kolaboratif seperti Jigsaw, Numbered Heads Together (NHT), dan Think-Pair-Share (TPS). Fokus pembelajaran mencakup kemampuan berinteraksi tentang perkenalan diri dan keluarga, mendeskripsikan lingkungan sekolah, serta membahas makanan sehat dan rutinitas sehari-hari.
Pada awal kegiatan, peserta melakukan refleksi terhadap pengalaman mengajar selama empat minggu terakhir, meninjau kembali materi Modul 1 hingga Modul 3, serta mengikuti diskusi kelompok berdasarkan video praktik pembelajaran yang telah diunggah di LMS. Analisis dilakukan terhadap kesesuaian aktivitas dengan standar CEFR ( Common European Framework of Reference for Languages ) , penerapan metode pengajaran, dan manajemen kelas.
Hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok untuk mengidentifikasi praktik baik, tantangan implementasi, serta rekomendasi perbaikan pembelajaran pada fase berikutnya. Kegiatan dilanjutkan dengan sintesis temuan bersama dan sesi penguatan dari fasilitator mengenai penerapan level bahasa A1/A2 dan strategi pembelajaran aktif.
Selain itu, peserta mengikuti lokakarya praktik terbaik untuk berbagi pengalaman pembelajaran yang menyenangkan (fun learning) serta menyusun rencana implementasi yang diperbarui untuk Minggu 6–7. Sebagai penutup, seluruh peserta menyusun laporan refleksi sebagai luaran wajib Minggu 5 yang berisi pembelajaran dari OJT Tahap 1, rencana peningkatan pada Tahap 2, dan target pengembangan diri selama sisa program.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru semakin percaya diri dalam mengajar Bahasa Inggris di sekolah dasar dengan pendekatan yang interaktif, Komunikatif,sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.
