- 16 ASN Dindikbud raih penghargaan kenaikan pangkat
- Meningkatkan Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Purworejo DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Gelar Pelatihan Kesenian
- KUNJUNGAN BERJIBAKU BERSAMA WAJIB MEMBACA BUKU SDN POLOMARTO KE PERPUSTAKAAN DAERAH PURWOREJO
- Team Pelaksana Hibah dari Bidang P3 monitoring ke RA Asyakal Desa Brenggong
- Konservasi Koleksi Museum Tosan Aji: Melestarikan Warisan Budaya Nusantara
- Pererat Silaturahmi, Insan Pendidikan Kaligesing Gelar Halal Bihalal \"Kembali Suci\" di Gedung KPRI
- Kepala DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Dukung Pelestarian Budaya: Hadiri Silaturahmi dan Pameran Keris Paguyuban Paseban Risangaji
- Simulasi TKA Erlangga Periode 2 Tahun 2026 Berjalan Lancar, Siswa SMP Negeri 9 Purworejo Semakin Siap Hadapi Ujian
- Langkah Maju SDN 1 Cepedak Try Out TKA Berbasis Digital Bersama Erlangga Tingkatkan Kesiapan Siswa
- SILATURAHMI DAN PENYERAHAN RUANG SEKRETARIAT DEWAN PENDIDIKAN OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Pengawas Pantau Sekolah Dabinya terkena banjir

Curah hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu sore 4 Maret 2020 hingga Kamis pagi belum reda, SMP Negeri 17 Purworejo yang terletak lebih rendah dari lingkungan sekitarnya mengakibatkan air dari luar masuk ke lingkungan SMP 17.Hal ini disebabkan pembangunan Pasar Hewan di sebelah barat dan pengurugan lapangan Tugu Mulya sebelah selatan lebih tinggi dari lantai kelas. ketinggian air di dalam kelas mencapai 20 cm dan kedalaman di luar kelas kurang lebih 40 cm.
Jika dilihat dari kondisi letak geografis rumah siswa SMP Negeri 17 Purworejo sebagian besar berada di sekitar sungai Bogowonto, sehingga sekitar 50% siswa tidak bisa berangkat sekolah karena air yang cukup tinggi akibat luapan sungai Bogowonto. Banyak orang tua yang menghubungi sekolah agar putra putrinya yang sudah berangkat ke sekolah segera pulang karena banjir mulai datang .Sekolah mengambil kebijakan untuk memulangkan siswa lebih awal agar siswa tidak terjebak banjir.
Demikian hasil pantauan kami sebagai Pengawas Dabin di SMPN 17 Purworejo.
