- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
- Peluang WFA bagi Guru ASN Mulai Dikaji, Disdikbud Purworejo Lakukan Koordinasi Lintas Instansi
- PERTEMUAN DISKUSI SIMPEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DINDIKBUD DENGAN TIM FAK GEOGRAFI UGM YOGYAKARTA
- TEATER PELAJAR TAMPILKAN KARYA SUMANANG TIRTA SUDJANA DI FESTIVAL TEATER PELAJAR KABUPATEN PURWOREJO
SMP Negeri 22 Purworejo gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penanganan Siswa ABK dan Pemanfaatan IFP

Purworejo — SMP Negeri 22 Purworejo menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) pada hari Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Keterampilan SMP Negeri 22 Purworejo dan diikuti oleh seluruh guru sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang inklusif dan berbasis teknologi.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Ibu Mutmainah, S.Pd., M.Pd. dan Bapak Agung Setiyono, S.E., M.Pd. Materi pertama disampaikan oleh Ibu Mutmainah, S.Pd., M.Pd. yang memaparkan konsep dasar pendidikan inklusif, karakteristik siswa ABK, serta strategi penanganan dan pendekatan pembelajaran yang tepat agar siswa ABK dapat berkembang secara optimal di lingkungan sekolah reguler.
Selanjutnya, Bapak Agung Setiyono, S.E., M.Pd. menyampaikan materi tentang pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran interaktif. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan sekaligus praktik langsung penggunaan IFP untuk mendukung pembelajaran yang menarik, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik, termasuk siswa ABK.
Kegiatan workshop berlangsung dengan antusias, ditandai dengan diskusi aktif dan praktik langsung oleh para guru. Melalui workshop ini, diharapkan guru SMP Negeri 22 Purworejo semakin siap dalam menangani siswa berkebutuhan khusus serta mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pembelajaran guna menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, inovatif, dan inklusif.
