- KEGIATAN IHT SMP NEGERI 13 PURWOREJO
- Rapat Kerja Kepala Sekolah Wilcambidik Bruno Perkuat Kesiapan Satuan Pendidikan Hadapi 2026
- SD/MI se-Kwarran Bruno Gelar Perkemahan Satu Hari; Wahana Pembinaan Karakter
- Dikbud Kabupaten Purworejo gelar Sosialisasi dan Evaluasi Pengelolaan Dana BOSP di Kabupaten Purworejo
- Awali Semester 2 dengan Disiplin dan Keceriaan
- Gedung TK LKMD Winonglor diresmikan kepala desa dan pejabat dindikbud
- Kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Hari Pertama Semester Genap SMP Negeri 22 Purworejo
- Peresmian Rehabilitasi Gedung TK Bayangkari 83
- SMP Negeri 22 Purworejo gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penanganan Siswa ABK dan Pemanfaatan IFP
- Kementerian Kebudayaan RI Lakukan Monitoring Penggunaan DAK Non Fisik di Museum Tosan Aji
SMP Negeri 22 Purworejo gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penanganan Siswa ABK dan Pemanfaatan IFP

Purworejo — SMP Negeri 22 Purworejo menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) pada hari Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Keterampilan SMP Negeri 22 Purworejo dan diikuti oleh seluruh guru sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang inklusif dan berbasis teknologi.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Ibu Mutmainah, S.Pd., M.Pd. dan Bapak Agung Setiyono, S.E., M.Pd. Materi pertama disampaikan oleh Ibu Mutmainah, S.Pd., M.Pd. yang memaparkan konsep dasar pendidikan inklusif, karakteristik siswa ABK, serta strategi penanganan dan pendekatan pembelajaran yang tepat agar siswa ABK dapat berkembang secara optimal di lingkungan sekolah reguler.
Selanjutnya, Bapak Agung Setiyono, S.E., M.Pd. menyampaikan materi tentang pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran interaktif. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan sekaligus praktik langsung penggunaan IFP untuk mendukung pembelajaran yang menarik, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik, termasuk siswa ABK.
Kegiatan workshop berlangsung dengan antusias, ditandai dengan diskusi aktif dan praktik langsung oleh para guru. Melalui workshop ini, diharapkan guru SMP Negeri 22 Purworejo semakin siap dalam menangani siswa berkebutuhan khusus serta mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pembelajaran guna menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, inovatif, dan inklusif.
