- Purworejo Lolos Desk Reviu Calon Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026
- Kunjungan Edukatif Siswa SD Negeri Kaligesing ke Perpusda dan Damkar Purworejo
- KKG Gugus Mranggi Belajar Pemanfaatan Gemini AI untuk Storybook
- 250 Peserta hadiri Seminar SPMB 2026 di Gedung Kesenian
- persiapan pelaksanaan verval lapangan calon lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026
- SIAP KOMPETISI ..SMPN 9 PURWOREJO ADAKAN SIMULASI OSN K TAHUN 2026
- SMP Negeri 4 Purworejo Torehkan Prestasi Gemilang di Ajang FLS2N 2026
- TK Al Barokah Kalikalong Mendapat bantuan Revitalisasi 2026
- Rapat Pembentukan Panitia Pembangunan TK Kartini Desa Karangrejo Digelar
- Hari Ketiga Pelatihan Verifikasi dan Validasi Data SPMB Jenjang SD Tahun 2026 Digelar di UPT SPNF Purworejo
SENI REBANA MENJADI SALAH SATU CABANG LOMBA PALING BERGENGSI DALAM LOMBA MAPSI TINGKAT KAB. PURWOREJO

Bidang Pengembangan Kurikulum dan Bahasa bekerjasama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam menyelenggaraan lomba MAPSI SD (Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami Sekolah Dasar) yang dibuka langsung oleh BUPATI Purworejo Ibu Hj YULI ASTUTI, SH. Pada kesempatan ini Bupati Purworejo berpesan melalui sebuah pantun.
Kemajlis Ilmu untuk Mengaji
Juga menyambung tali silaturahmi
Selamat mengikuti lomba mapsi
Raih prestasi jadi generasi islami
Lomba MAPSI (Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami) merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang agama dan seni Islami. Salah satu cabang yang menarik perhatian dalam lomba ini adalah cabang rebana. Cabang ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi musik, tetapi juga sebagai media penguatan karakter dan kecintaan siswa terhadap kebudayaan Islam.
Dalam konteks MAPSI SD (Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami Sekolah Dasar) seni rebana menjadi salah satu cabang lomba paling bergengsi karena menggabungkan unsur seni dan nilai-nilai Islami yang mendalam. Rebana pada MAPSI tampil dalam bentuk hadrah atau qasidah modern, di mana kompetisi ini tidak hanya menilai keterampilan musik tetapi juga pemahaman terhadap nilai-nilai keagamaan.
Beberapa tiga alasan mengapa cabang lomba rebana dianggap paling bergengsi dalam MAPSI.
Keterlibatan Tim dan Kekompakan: Lomba rebana melibatkan banyak anggota dalam satu tim, yang membutuhkan koordinasi yang baik, kekompakan, serta sinergi dalam permainan musik dan vokal. Tantangan ini membuat lomba rebana lebih kompleks dan menarik.
Perpaduan Seni dan Keagamaan: Rebana di MAPSI membawakan lagu-lagu bernafaskan Islami, seperti shalawat dan qasidah yang mengandung nilai dakwah. Selain keterampilan musik, peserta juga harus menunjukkan pemahaman spiritual yang kuat.
Kombinasi Tradisi dan Modernitas: Meski rebana merupakan alat musik tradisional, banyak inovasi modern yang dimasukkan ke dalam aransemen dan penampilan, sehingga menjadi daya tarik tersendiri baik bagi juri maupun penonton.
Dengan elemen-elemen tersebut, seni rebana pada MAPSI adalah salah satu cabang yang paling bergengsi dan kompetitif, menjadi ajang yang sangat dinanti dalam setiap perhelatan MAPSI. Lomba MAPSI cabang seni rebana di tingkat Kabupaten dan Provinsi selalu menjadi sorotan karena melibatkan banyak sekolah unggulan dari berbagai daerah. Menjadi juara dalam cabang ini adalah sebuah prestasi besar dan sering dianggap sebagai puncak pencapaian dalam bidang seni Islami di kalangan pelajar.
