- Rapat Koordinasi Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Digelar di Dindikbud Purworejo
- DISBUDPAREKRAF Provinsi Jawa Tengah Lakukan Pemetaan Potensi CB dan ODCB di Kabupaten Purworejo
- DINDIKBU RAIH BERLIMPAH HADIAH HASIL DARI LOMBA FUN GAMES
- Dikbud dapat peringkat 2 dalam lomba FUNGAME kemerdekaaan lintas OPD
- Seminar Nasional How to Be a Great Teacher Tekankan Guru sebagai Inspirator dan Pembentuk Karakter
- Dindikbud Purworejo Gelar Sosialisasi Hasil Penetapan Cagar Budaya Tahun 2026
- Apel pagi diikuti oleh Semua ASN Dindikbud pengawas korwilcambidik dan penilik sekolah
- SMPN 1 Purworejo Wakili Kabupaten Purworejo di LCCM Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026
- Sekretaris Dindikbud Purworejo Buka Sosialisasi Dapodik Tahun Ajaran 2026/2027 Jenjang PAUD, SD, dan SMP
- PERINGATI HARI ANAK NASIONAL, SDN PURWOREJO DAN SDN KEMIRI LOR BELAJAR SAMBIL BERMAIN DI MUSEUM TOSAN AJI
SHARING PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL JULI EKO SARWONO

Dalam rangka melaksanakan misi pendidikan “Saya Harus Bertanggungjawab Untuk Mencerdaskan Anak Bangsa Indonesia” PT. Waskita Karya Pesero Tbk pada hari Sabtu 14 Desember 2019 menggelar kegiatan SHARING PEBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL di SMP Negeri 19 Purworejo dengan nara sumber tunggal Juli Eko Sarwono. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMP/MTs Negeri berlatar belakang disiplin ilmu Matematika dan 30 guru matematika SMP/MTs di Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pembelajaran yang menyenangkan dibuka oleh Sukmo Widi Hawanto, S.H, M.M. (Kadnas Dikpora) yang dalam sambutannya menyambut positif PT. Waskita Karya selaku BUMN telah peduli pendidikan khususnya Purworejo dan mengajak para guru matematika untuk menjadikan pembelajaran Juli Eko Sarwono sebagai inspirasi pembelajaran matematika menyenangkan di sekolah masing-masing.
Di akhir kegiatan Kepala SMPN 19 Purworejo Drs. Wahyudi Waluyojati MM.Pd., menyampaikan testimoni bahwa pembelajaran sang guru fenomenal Juli Eko Sarwono akan membawa era baru pembelajaran matematika lebih menyenangkan sekaligus berkorelasi dengan penyelesaian persoalan kehidupan sehari-hari (kontekstual). Lebih jauh lagi peserta didik dapat mencapai target nilai ujian nasional yang bisa meningkatkan rata-rata nilai sekaligus menaikkan prosentase perolehan nilai sempurna.
