- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
Suasana Haru dan Hikmat Warnai Last Ceremony Kelas IX SMP Negeri 32 Purworejo.

KEMIRI - Peserta didik kelas IX SMP Negeri 32 Purworejo menjadi pelaksana upacara sebagai upacara terakhir mereka sebagai peserta didik di SMP Negeri 32 Purworejo, Senin (26/05/2025).
Suasana haru menyelimuti pelaksanaan upacara kali ini pasalnya upacara tersebut menjadi upacara terakhir bagi kelas IX setelah serangkaian proses belajarnya di SMP Negeri 32 Purworejo dinyatakan selesai. Upacara terakhir atau last ceremony ini bertujuan untuk mempererat persahabatan, kebersamaan, dan tali persaudaraan antarsiswa. Acara ini juga dimaksudkan untuk mengenang perjalanan di sekolah, merayakan keberhasilan, menciptakan kenangan indah, dan memberikan harapan di masa depan.
Bertindak sebagai pembina upacara yakni kepala sekolah SMP Negeri 32 Purworejo, Agung Setiono, S.E., M.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan harapannya yakni agar seluruh siswa, khususnya siswa kelas IX agar senantiasa menyalakan bara api dalam menuntut ilmu. Beliau berharap masing-masing siswa dapat meneruskan pendidikannya ke jenjang berikutnya.
Dalam last ceremony tersebut, siswa kelas IX mempersembahkan Tari Ndolalak sebagai persembahan untuk Bapak/Ibu guru, karyawan, dan teman-teman kelas VII dan VIII. Selanjutnya, last ceremony tersebut ditutup dengan jabat tangan antarsiwa kelas IX dengan Bapak/Ibu guru. Tampak suasana haru menyelimuti prosesi ini. Siswa dan guru tak mampu membendung air matanya dan larut dalam suasana yang haru biru.
