- Peringatan Hari Lahir RA Kartini di SDN Sidomulyo
- SD Negeri Donorati peringati hari kartini dengan lomba bernyanyi
- Keseruan Pawai Pakaian Adat SDN Munggangsari dalam Memperingati Hari Kartini 2026
- SMP Negeri 33 Purworejo siap melaksanakan kegiatan TUC
- TKA di sekolah puncak gunung berjalan lancar
- SMP Negeri 43 Purworejo gelar Gerakan Sekolah Asri dan Bersih
- Kilau Bakat Siswa Kaligesing di Panggung FLS3N 2026 Mengasah Karakter Lewat Seni
- SDN ROWODADI KUNJUNGI PERPUSDA KUTOARJO
- BPPMP Prov Jateng serahkan rekomendasi rombongan rombel yang dikecualikan untuk SPMB 2026
- 16 ASN Dindikbud raih penghargaan kenaikan pangkat
10 Komponen Visitasi Satuan Pendidikan Anak usia DINI

10 Komponen Visitasi Satuan Pendidikan Anak usia DINI
|
NO |
KOMPONEN PAUD |
TEMUAN |
|
1 |
Stimulasi Pendidik pada Aspek Nilai Agama dan Moral |
Pendidik menanamkan nilai agama dan moral sesuai agama anak melalui pengenalan doa-doa harian, seperti pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah belajar, doa sebelum dan sesudah makan, praktek ibadah sholat, mengenal mushola di depan lembaga sebagai tempat ibadah dan hafalan surat pensek. Penanaman perilaku baik dilakukan melalui dialog saat ada kejadian langsung dan memberi contoh menghormati tamu yang datang |
|
2 |
Stimulasi Pendidik pada Aspek Fisik Motorik |
Pendidik telah menstimulasi kegiatan motorik kasar dengan senam, tepuk sambil bernyanyi dengan APE luar seperti ayunan, papan seluncur, dan kuda goyang. Stimulasi motorik harus dilakukan dengan berbagai media dan kegiatan seperti bermain menggunakan beragam material seperti bermain balok, kartu huruf, menggambar, bermain lego, membuat telur asin dengan melumuri telur bebek menggunakan tanah, bermain tepung, dan bermain puzzle. Penerapan protocol kesehatan pencegahan covid-19 perlu dilakukan dengan pembiasaan mencuci tangan saat baru masuk ke sekolah. |
|
3 |
Stimulasi Pendidik pada Aspek Kognitif |
Pendidik telah menstimulasi kemampuan anak berpikir secara simbolis melalui kegiatan membaca dan menirukan huruf di papan tulis, membalik kartu absen, memahami persamaan perbedaan bebek besar dan kecil, dan menyusun puzzle. Kegiatan apersepsi telah dilakukan dengan menggunakan media menarik tentang bebek dan bagaimana cara membuat telur asin dan terlihat menumbuhkan inspirasi anak dalam berkegiatan. |
|
4 |
Stimulasi Pendidik pada Aspek Bahasa |
Pendidik terlihat menstimulasi anak dalam mengungkapkan bahasa secara reseptif maupun secara ekspresif melalui kegiatan main, bercakap-cakap saan berkegiatan, serta pada saat apersepsi. Proses pembelajaran keaksaraan melalui kegiatan membaca buku cerita, melihat-lihat buku, dan terlihat kemampuan anak untuk berekspresi menyampaikan idenya melalui kegiatan menggambar bebas. |
|
5 |
Stimulasi Pendidik pada Aspek Sosial Emosional |
Pendidik perlu menstimulasi anak untuk mengenal keragaman budaya daerah dengan pengenalan bahasa Jawa melalui lagu berbahasa Jawa dan tari Sajojo yang menyenangkan. Pendidik menstimulasi sikap prososial dengan pembiasaan disiplin, antri, dan bertanggung jawab. |
|
6 |
Fasilitas Pendidik Dalam Proses Pembelajaran |
Pendidik telah memanfaatkan alat dan bahan di lingkungan sekitar, Terlihat menata lingkungan main sebelum kegiatan, untuk mengekplorasi alat dan bahan sesuai dengan idenya. Kebebasan anak untuk berekspresi sesuai idenya telah dilakukan dengan menyiapkan ragam main yang beragam dengan memastikan adanya 3 jenis main. Pendekatan saintifik perlu lebih ditingkatkan pada saat kegiatan pembelajaran terutama saat mengawal anak bermain agar pembelajaran menjadi bermakna. |
|
7 |
Fasilitasi Satuan Pendidikan Untuk Layanan Belajar Inovatif dan Pengembangan Profesionalitas PTK |
Satuan Pendidik telah memotivasi sebagian guru sudah mengikuti pelatihan Diksar. Inovasi model/ metode pembelajaran perlu dilakukan dengan mulai menggunakan material lostpart dalam proses pembelajarannya. Pengenalan budaya lokal perlu direncanakan menjadi kegiatan pembelajaran yang bermakna, seperti mengenal petani, alat pertanian, dan sebagainya. |
|
8 |
Keamanan dan Lingkungan |
Satuan Pendidikan telah menerapkan standar keselamatan anak lebih optimal seperti di saat penyambutan dan kepulangan anak yang berada dalam pantauan guru, safety talk dengan kegiatan mengenalkan keselamatan saat di sekolah perlu dilakukan dengan sistematis dan terencana. Emergensi drill perlu dilakukan seperti mengenalkan bahaya kebakaran dan bagaimana mensikapinya.melalui WAG. Wali murid telah terlibat menjadi pendamping saat rekreasi ke alun-alun Purworejo. |
|
9 |
Dukungan Orang tua |
Dukungan orang tua terhadap proses pembelajaran terlihat kerja sama dengan adanya kegiatan kerja bakti, pemberian makanan tambahan dan media komunikasi yang dilakukan melalui WAG. Wali murid telah terlibat menjadi pendamping saat rekreasi ke alun-alun Purworejo. |
|
10 |
Mebiasakan Perilaku hidup sehat |
Satuan pendidikan sudah mengenalkan perilaku hidup sehat dengan pembiasaan mencuci tangan, pengenalan makanan sehat dengan pemberian makanan tambahan (PMT). Pembiasaan terkena sinar matahari pagi terlihat saat mulai pembelajaran dengan bermain APE diluar kelas. Pembiasaan minum air putih perlu dibiasakan secara optimal. |
