- pegawai dindikbud ikut apel pagi senin 26 oktober
- Dinas Pendiidkan dan kebudayaan Kabupaten Purworejo Selenggarakan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah bagi 88 Peserta
- Dindikbud terima Kunjungan dari Komisi C DPRD Kota Magelang
- Persiapan Lomba MAPSI Tingkat Provinsi Jawa Tengah Dikbud Libatkan Seluruh Pihak Terkait
- SMP Negeri 23 Purworejo adakan Bimbingan Teknis Bimtek SPMI Literasi dan Numerasi
- Percepat Tertib Aset Dindikbud Gelar Praktik Menyusun KKI dan Teknis Inventarisasi BMD
- Minimalisasi Revisi Tim Aset Dindikbud bersama Wilcambidik Kecamatan Bener Gelar Sosialisasi dan Pendampingan Inventarisasi BMD
- Dindikbud Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Implementasi SPM Bidang Pendidikan
- Hari Pertama Bimtek Daerah Digitalisasi Pembelajaran Tahap 8
- Dindikbud persiapkan aturan-aturan terbaru mengikuti regulasi pemerintah sesuai kondisi zaman
Dinas Pendiidkan dan kebudayaan Kabupaten Purworejo Selenggarakan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah bagi 88 Peserta

Karanganyar, 26 Oktober 2026 — Dinas Pendiidkan dan kebudayaan Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (Diklat BCKS) pada tanggal 17–26 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di BBGTK Jawa Tengah ini diikuti oleh 88 peserta dari jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP.
Dari keseluruhan peserta, sebanyak 1 orang berasal dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), 76 orang dari jenjang Sekolah Dasar (SD), dan 11 orang dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan calon kepala sekolah yang kompeten, profesional, berintegritas, dan mampu memimpin satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Enam Materi untuk Memperkuat Kompetensi Calon Kepala Sekolah
Selama pelaksanaan diklat, peserta memperoleh pembelajaran yang berfokus pada penguatan kompetensi kepemimpinan sekolah. Materi yang disampaikan meliputi:
1. Penguatan Kompetensi Kepribadian Kepala Sekolah.
2. Pengelolaan Satuan Pendidikan.
3. Entrepreneur dalam Kepemimpinan Sekolah.
4. Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
5. Supervisi Akademik.
6. Penguatan Kompetensi Sosial Kepala Sekolah.
Keenam materi tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan calon kepala sekolah dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran, mengelola sumber daya sekolah, mendorong inovasi, mengembangkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta membangun hubungan kerja yang harmonis dengan seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan.
Kompetensi kepribadian dan sosial menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas dan kolaboratif. Sementara itu, kemampuan mengelola satuan pendidikan, mengembangkan jiwa kewirausahaan, serta melaksanakan supervisi akademik diperlukan untuk mendorong terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik.
Didukung Pengajar Kompeten
Pelaksanaan Diklat BCKS didukung oleh enam pengajar, yaitu:
o Suharto Sisar, S.Pd., M.T.
o Djoko Sambodo, S.Pd., M.PPd.
o Ady Saefudin, M.Pd.
o Dr. Ratna Juwita, M.Pd.
o Dyah Kurniasari, S.Psi., M.Psi.
o Manikowati, M.Pd.
Para pengajar berperan dalam menyampaikan materi dan memberikan penguatan kompetensi kepada peserta sesuai dengan cakupan pembelajaran dalam program diklat.
Mempersiapkan Pemimpin Sekolah yang Profesional
Melalui penyelenggaraan Diklat BCKS ini, BBGTK Jawa Tengah diharapkan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan. Calon kepala sekolah tidak hanya dituntut mampu mengelola administrasi dan sumber daya sekolah, tetapi juga harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran, mendorong peningkatan profesionalisme guru, serta membangun budaya sekolah yang positif.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 26 Oktober 2026, para peserta diharapkan dapat mengembangkan kompetensi yang diperoleh sebagai bekal dalam menjalankan peran kepemimpinan di satuan pendidikan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, BBGTK Jawa Tengah terus mendukung penguatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan sekolah dan mutu pendidikan.
