- KEGIATAN IHT SMP NEGERI 13 PURWOREJO
- Rapat Kerja Kepala Sekolah Wilcambidik Bruno Perkuat Kesiapan Satuan Pendidikan Hadapi 2026
- SD/MI se-Kwarran Bruno Gelar Perkemahan Satu Hari; Wahana Pembinaan Karakter
- Dikbud Kabupaten Purworejo gelar Sosialisasi dan Evaluasi Pengelolaan Dana BOSP di Kabupaten Purworejo
- Awali Semester 2 dengan Disiplin dan Keceriaan
- Gedung TK LKMD Winonglor diresmikan kepala desa dan pejabat dindikbud
- Kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Hari Pertama Semester Genap SMP Negeri 22 Purworejo
- Peresmian Rehabilitasi Gedung TK Bayangkari 83
- SMP Negeri 22 Purworejo gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penanganan Siswa ABK dan Pemanfaatan IFP
- Kementerian Kebudayaan RI Lakukan Monitoring Penggunaan DAK Non Fisik di Museum Tosan Aji
Dukung Progam MBG dengan Pembuatan Tempe di Sekolah

Siswa Kelas 3,4,5 dan 6 mengikuti kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pada kesempatan ini anak anak diajarkan cara pembuatan tempe. Manfaat Pembelajaran dari kegiatan ini adalah mengembangkan keterampilan motorik. Pembuatan tempe memerlukan keterampilan motorik halus, seperti mencuci, mengupas, dan mengaduk. Manfaat lain adalah mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pembuatan tempe memerlukan perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan. Serta dengan kegiatan ini, anak anak dapat mengembangkan kemampuan bekerja sama. Pembuatan tempe dapat dilakukan dalam kelompok, sehingga mengembangkan kemampuan bekerja sama dan komunikasi.
Dengan kegiatan P5 dalam pembuatan Tempe ini dapat menghasilkan makanan sehat. Tempe adalah sumber protein dan nutrisi yang baik. Selain itu dapat mengembangkan kemandirian siswa karena pembuatan tempe dapat mengembangkan kemandirian siswa dalam memproduksi makanan sendiri.
Manfaat edukatif yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah mengajarkan proses fermentasi. Pembuatan tempe melibatkan proses fermentasi, yang dapat mengajarkan siswa tentang proses biologis. Mengajarkan kepada siswa tentang mikroorganisme. Pembuatan tempe melibatkan mikroorganisme, yang dapat mengajarkan siswa tentang peran mikroorganisme dalam proses fermentasi. Siswa juga diajarkan tentang pentingnya kebersihan: Pembuatan tempe memerlukan kebersihan yang tinggi, yang dapat mengajarkan siswa tentang pentingnya kebersihan dalam memproduksi makanan.
Kepala Sekolah SD Negeri Durenombo, Edy Prayitno, S.Pd. menyampaikan selama proses kegiatan P5 dalam pembuatan tempe ini terlihat anak-anak sangat antusias. Mereka saling mengembangkan kemampuan berbagi. Pembuatan tempe dapat mengembangkan kemampuan berbagi dan berbagi pengetahuan. Siswa juga dapat mengembangkan kesadaran akan pentingnya makanan lokal, dengan pembuatan tempe dapat mengembangkan kesadaran akan pentingnya makanan lokal dan tradisional. Hal ini sejalan dengan program pemerintah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebuah inisiatif nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengatasi tantangan gizi buruk dan stunting di Indonesia.
