- Sosialisasi Perpajakan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo
- Dindikbud gelar persiapan Acara Grebeg Budaya dalam Rangka Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- Technical Meeting Acara Grebeg Budaya Kabupaten Purworejo
- Khotmil Qur’an dan Peringatan Isra Mi’raj SMP Negeri 36 Purworejo
- SMP NEGERI 9 PURWOREJO GELAR KEGIATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW
- Khidmat dan Penuh Makna, SMPN 6 Purworejo Gelar Peringatan Isra Mi\\
- SDN NGUPASAN GELAR KEGIATAN PRAMUKA BULAN JANUARI 2026
- KEGIATAN IHT SMP NEGERI 13 PURWOREJO
- Rapat Kerja Kepala Sekolah Wilcambidik Bruno Perkuat Kesiapan Satuan Pendidikan Hadapi 2026
- SD/MI se-Kwarran Bruno Gelar Perkemahan Satu Hari; Wahana Pembinaan Karakter
GELAR AKM BUKTI KEBERHASILAN PROGRAM KAMPUS MENGAJAR 8

SD Negeri Golok sukses melaksanakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang menjadi salah satu bagian penting dari program Kampus Mengajar 8. Kegiatan ini diawali dengan pretest pada awal September 2024 sebagai langkah awal untuk mengukur kemampuan awal siswa kelas 5. Program ini kemudian diakhiri dengan posttest yang digelar pada 9 Desember 2024 di perpustakaan sekolah.
AKM yang dilaksanakan bertujuan untuk menjadi tolok ukur keberhasilan mahasiswa Kampus Mengajar 8 dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah penugasan. Fokus utama dari program ini adalah meningkatkan kompetensi literasi, numerasi, adaptasi teknologi, serta pendidikan karakter siswa.
Proses AKM ini dilakukan menggunakan perangkat gadget yang dimiliki oleh sekolah dan diawasi langsung oleh mahasiswa Kampus Mengajar 8. Dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai lokasi pelaksanaan, suasana belajar yang kondusif berhasil diciptakan.
Keberhasilan program ini terlihat nyata dari peningkatan hasil asesmen siswa. Pada pretest, nilai literasi siswa berada di angka 43%, sementara numerasi di angka 45%. Namun, setelah rangkaian program berjalan, hasil posttest menunjukkan lonjakan signifikan dengan nilai literasi mencapai 75% dan numerasi meningkat hingga 68%.
Melalui program ini, mahasiswa Kampus Mengajar 8 tidak hanya mengembangkan kompetensi siswa, tetapi juga memberikan wawasan baru kepada guru dalam memanfaatkan teknologi pendidikan. Harapannya, inovasi ini dapat terus dilanjutkan untuk menciptakan generasi muda yang lebih unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Keberhasilan pelaksanaan AKM di SD Negeri Golok menjadi contoh konkret dampak positif dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, program Kampus Mengajar 8 telah membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk mencetak generasi emas Indonesia.
