- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
- Peluang WFA bagi Guru ASN Mulai Dikaji, Disdikbud Purworejo Lakukan Koordinasi Lintas Instansi
- PERTEMUAN DISKUSI SIMPEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DINDIKBUD DENGAN TIM FAK GEOGRAFI UGM YOGYAKARTA
- TEATER PELAJAR TAMPILKAN KARYA SUMANANG TIRTA SUDJANA DI FESTIVAL TEATER PELAJAR KABUPATEN PURWOREJO
MONITORING PASCA BENCANA POHON TUMBANG DI TK ABA 2 PANGENREJO PURWOREJO

Purworejo – Senin, 20 Oktober 2025, telah dilaksanakan kegiatan Monitoring Pasca Bencana di TK ABA 2 Pangenrejo, Purworejo, yang dimulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas kejadian tumbangnya pohon Asam besar di halaman sekolah yang terjadi pada Jumat malam, 13 Oktober 2025, pukul 19.30 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, pohon tumbang menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas sekolah, di antaranya papan nama sekolah (neon box) yang mengalami kerusakan cukup parah, serta kanopi area parkir yang turut roboh akibat tertimpa pohon.
Penanganan awal telah dilakukan oleh tim dari BPBD Kabupaten Purworejo yang bergerak cepat dalam evakuasi dan penanganan dampak bencana. Namun, proses pembersihan akhir dan pemulihan ringan dilakukan secara mandiri oleh pihak sekolah.
Monitoring pasca bencana kali ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Korwilcambidik dan Pengawas TK Kabupaten, serta tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo yang terdiri dari PPTK M. Y. Parwati, pelaksana Miftah Kurohman, dan Hari Purnomo. Dalam kesempatan tersebut, pihak Dinas Pendidikan memberikan arahan terkait solusi pendanaan pemulihan kerusakan, yakni dengan menganggarkan maksimal 20% dari dana BOP untuk kegiatan pemeliharaan pada tahun anggaran 2026.
Pihak sekolah berharap adanya bantuan dan perhatian lebih lanjut dari dinas terkait guna menyelesaikan kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut, serta memastikan lingkungan sekolah kembali aman dan nyaman bagi anak-anak didik.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan terjalin koordinasi yang baik antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya dalam menangani dampak bencana, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di lingkungan pendidikan.
