- Awali Semester 2 dengan Disiplin dan Keceriaan
- Gedung TK LKMD Winonglor diresmikan kepala desa dan pejabat dindikbud
- Kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Hari Pertama Semester Genap SMP Negeri 22 Purworejo
- Peresmian Rehabilitasi Gedung TK Bayangkari 83
- SMP Negeri 22 Purworejo gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penanganan Siswa ABK dan Pemanfaatan IFP
- Kementerian Kebudayaan RI Lakukan Monitoring Penggunaan DAK Non Fisik di Museum Tosan Aji
- Peringatan Hari Ibu di SMP Negeri 25 Purworejo
- Peningkatan Kapasitas Pendidik & Tenaga Kependidikan PGRI Cabang Kaligesing
- Upacara Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 di SD Negeri Kepatihan
- SD NegSD Negeri Pangengudang Gelar Kegiatan Parent Teaching Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah
Pembelajaran P5 untuk fase B dan C : Proses pembuatan garam di Pantai Keburuhan

Pembelajaran kini tidak hanya bisa disampaikan oleh guru, namun sekolah bisa bekerja sama dengan warga sekitar dan atau wali murid untuk menjadi sumber belajar anak-anak. Terutama untuk pembelajaran P5 dengan tema kewirausahaan SD Negeri Keburuhan mengamati proses pembuatan garam bersama dengan narasumber langsung di Pantai Keburuhan Desa Keburuhan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo.
Acara dimulai pada hari Selasa, 20 Mei 2025 pukul 08.30 dengan dibuka oleh Kepala Sekolah SD Negeri Keburuhan, Ibu Sri Rahayu, S.Pd.SD dan Ibu Pengawas Wilcambidik Kecamatan Ngombol Ibu Sutami Kurniasih, S.Pd. Peserta didik kemudian melanjutkan dengan workshop bersama Bapak Siswo tentang bagaimana proses pembuatan garam.
Dikutip dari Ibu Sri Rahayu, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah, pembelajaran kali ini selaras dengan visi misi sekolah yakni mewujudkan peserta didik dengan jiwa entrepreneur. Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang diambil yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bernalar kritis, mandiri, dan kreatif. Sebelum melakukan kegiatan tersebut, para siswa berdoa terlebih dahulu sesuai dengan agama dan kepercayaan masing – masing sesuai dengan dimensi profil pelajar pancasila beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesampai di lokasi pembuatan garam, narasumber menjelaskan proses pembuatan garam. Para siswa memperhatikan dengan seksama dan antusias setiap penjelasan narasumber. Para siswa aktif bertanya kepada narasumber setiap tahapan proses pembuatan garam ( bernalar kritis), mandiri dalam bekerja, dan peserta didik diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi seorang yang kreatif dan dapat memanfaatkan peluang bisnis di lingkungan sekitarnya.
Proses pembuatan garam melalui beberapa tahapan, pertama petani membuat sumur di tepi pantai sedalam 20 meter, kemudian membuat beberapa tanal untuk menampung air dari sumur tersebut. Air dari sumur tersebut dialirkan ke tanal pertama. Untuk mengukur kematangan air tersebut petani menggunakan bom meter. Dari proses membuat sampai panen setelah boom meter menunjukan angka 29.
