- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
Pembelajaran P5 untuk fase B dan C : Proses pembuatan garam di Pantai Keburuhan

Pembelajaran kini tidak hanya bisa disampaikan oleh guru, namun sekolah bisa bekerja sama dengan warga sekitar dan atau wali murid untuk menjadi sumber belajar anak-anak. Terutama untuk pembelajaran P5 dengan tema kewirausahaan SD Negeri Keburuhan mengamati proses pembuatan garam bersama dengan narasumber langsung di Pantai Keburuhan Desa Keburuhan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo.
Acara dimulai pada hari Selasa, 20 Mei 2025 pukul 08.30 dengan dibuka oleh Kepala Sekolah SD Negeri Keburuhan, Ibu Sri Rahayu, S.Pd.SD dan Ibu Pengawas Wilcambidik Kecamatan Ngombol Ibu Sutami Kurniasih, S.Pd. Peserta didik kemudian melanjutkan dengan workshop bersama Bapak Siswo tentang bagaimana proses pembuatan garam.
Dikutip dari Ibu Sri Rahayu, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah, pembelajaran kali ini selaras dengan visi misi sekolah yakni mewujudkan peserta didik dengan jiwa entrepreneur. Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang diambil yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bernalar kritis, mandiri, dan kreatif. Sebelum melakukan kegiatan tersebut, para siswa berdoa terlebih dahulu sesuai dengan agama dan kepercayaan masing – masing sesuai dengan dimensi profil pelajar pancasila beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesampai di lokasi pembuatan garam, narasumber menjelaskan proses pembuatan garam. Para siswa memperhatikan dengan seksama dan antusias setiap penjelasan narasumber. Para siswa aktif bertanya kepada narasumber setiap tahapan proses pembuatan garam ( bernalar kritis), mandiri dalam bekerja, dan peserta didik diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi seorang yang kreatif dan dapat memanfaatkan peluang bisnis di lingkungan sekitarnya.
Proses pembuatan garam melalui beberapa tahapan, pertama petani membuat sumur di tepi pantai sedalam 20 meter, kemudian membuat beberapa tanal untuk menampung air dari sumur tersebut. Air dari sumur tersebut dialirkan ke tanal pertama. Untuk mengukur kematangan air tersebut petani menggunakan bom meter. Dari proses membuat sampai panen setelah boom meter menunjukan angka 29.
