- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
- Peluang WFA bagi Guru ASN Mulai Dikaji, Disdikbud Purworejo Lakukan Koordinasi Lintas Instansi
- PERTEMUAN DISKUSI SIMPEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DINDIKBUD DENGAN TIM FAK GEOGRAFI UGM YOGYAKARTA
- TEATER PELAJAR TAMPILKAN KARYA SUMANANG TIRTA SUDJANA DI FESTIVAL TEATER PELAJAR KABUPATEN PURWOREJO
Polsek Butuh beri Sosialisasi Anti Perundungan

Pada hari Kamis, 13 November 2025, sekolah melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Anti Perundungan dengan menghadirkan mitra dari Polsek Butuh sebagai narasumber. Kehadiran pihak kepolisian memberikan suasana pembelajaran yang lebih menarik, sehingga anak-anak tampak antusias dan semakin waspada agar tidak melakukan tindakan perundungan terhadap teman-temannya.
Acara dibuka dengan pemaparan interaktif mengenai berbagai bentuk bullying, baik fisik, verbal, relasional (pengucilan), maupun siber (cyberbullying). Peserta diajak untuk memahami bahwa perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui kata-kata, tatapan merendahkan, atau bahkan unggahan di media sosial yang dapat melukai perasaan orang lain.
Dalam kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk menyadari bahwa Sekolah Bebas Bullying adalah Tanggung Jawab Bersama. Dengan saling menjaga, menghormati perbedaan, serta membiasakan sikap saling mendukung dan menyebarkan kebaikan, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan suportif dapat terwujud sebagai rumah kedua bagi seluruh siswa.
Kegiatan ini juga turut mengundang wali siswa kelas 4 sampai 6. Tujuannya adalah agar orang tua dapat berperan aktif dalam membimbing anak-anak di rumah, mengingat pendidikan karakter pertama berawal dari keluarga. Dengan sinergi antara sekolah dan orang tua, diharapkan terbentuknya karakter siswa yang lebih baik dalam menjalin hubungan pertemanan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
