- Guna Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan ASN Dindikbud Purworejo diberi pengarahan
- PRASAMA MIYARA 2 RAMAIKAN PURWOREJO 7 MUSEUM SEJAWA TENGAH HADIR RIBUAN PENGUNJUNG PADATI LAPANGAN TENIS PENDOPO BUPATI
- SMP Negeri 23 Purworejo mengawali kegiatan awal tahun ajaran baru dengan MPLS
- Dindikbud Purworejo Perkuat Sinergi Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Anak Berisiko Putus Sekolah Tahun 2026
- SMP NEGERI 37 PURWOREJO MERIAHKAN PENYAMBUTAN BUPATI DALAM RANGKAIAN EXPLORE BENER SUPER
- Dindikbud Purworejo Gelar Pameran Museum Temporer Tosan Aji 2026
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Ikuti Advokasi Survei Lingkungan Belajar PAUD di Tangerang Selatan
- Sosialisasi Review KSP dan Pembelajaran SMP Negeri 22 Purworejo Tahun Ajaran 20262027
- LIBATKAN JUARA FLS3N DAN FTBI DINDIKBUD SIAPKAN PENGISI PAMERAN TEMPORER MUSEUM TOSAN AJI
- Korwilcambidik Diminta Perkuat Disiplin ASN dan Percepatan Administrasi Kepegawaian
PRASAMA MIYARA 2 RAMAIKAN PURWOREJO 7 MUSEUM SEJAWA TENGAH HADIR RIBUAN PENGUNJUNG PADATI LAPANGAN TENIS PENDOPO BUPATI

Purworejo, 15 Juli 2026 – Pameran Temporer Museum Tosan Aji “Prasama Miyara #2” sukses digelar selama tiga hari, 13 sampai 15 Juli 2026, di Lapangan Tenis Kompleks Pendopo Bupati Purworejo. Event tahunan ini berhasil menyedot ribuan pengunjung dari kalangan pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum.
Pameran diikuti oleh museum-museum besar di Jawa Tengah dan DIY, yakni Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Semarang, Museum Keris Nusantara Surakarta, Museum Radya Pustaka Surakarta, Museum Sudirman Magelang, Museum Purbakala Bumiayu, Museum Sandi, dan FKMB Bantul serta Komunitas pecinta keris Risangaji dan komunitas seri rupa. Kolaborasi ini menjadikan Prasama Miyara #2 sebagai ruang temu museum, komunitas, dan publik.
Pameran dibuka langsung oleh Bupati Purworejo, Ibu Yuli Hastuti, S.H. pada Senin, 13 Juli 2026. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas sinergi museum yang menghidupkan ruang publik. “Prasama Miyara adalah ikhtiar bersama merawat ingatan, menguatkan identitas, dan mendekatkan museum kepada masyarakat. Purworejo bangga menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Selama tiga hari, pengunjung tidak hanya melihat pameran koleksi unggulan dari tiap museum. Panitia juga menyiapkan rangkaian kegiatan edukatif dan atraktif, antara lain:
1.Workshop Pembuatan Dluwang – mengenal kembali kertas tradisional Jawa
2. Workshop Baca Tulis Aksara Jawa – mengajak generasi muda melek aksara leluhur
3. Workshop Menggambar Ala Pak Tino Sidin – melatih kreativitas anak lewat metode menggambar legendaris
4. Pentas Kesenian dari Juara FLS3N dan FTBI Kabupaten Purworejo
5. Penampilan Karawitan pelajar dan komunitas
6. Seminar Hasil Kajian Pusaka RAA Tjokronegoro I – membedah nilai sejarah pendiri Purworejo
7. Pameran Seni Rupa oleh Komunitas Ruang Rupa Purworejo
Pameran ditutup Rabu, 15 Juli 2026 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M. Dalam sambutan penutup, Kadindikbud menegaskan Prasama Miyara #2 untuk memelihara bersama. “Tiga hari ini kita lihat museum bisa turun ke lapangan, menyatu dengan anak sekolah, komunitas, dan warga. Terima kasih untuk seluruh museum sahabat. Tahun depan harus lebih besar dan lebih meriah,” tegasnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purworejo menambahkan, capaian pengunjung yang mencapai ribuan orang menjadi indikator keberhasilan. “Animo pelajar luar biasa. Mereka antusias ikut workshop, nonton pentas, dan tanya-tanya koleksi. Ini modal penting untuk regenerasi pecinta museum,” ujarnya.
