- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul

Purworejo, 02 Juli 2026 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo mengikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting di Ruang Rapat A Dindikbud Kabupaten Purworejo.
Pada sidang tahap I Provinsi Jawa Tengah mengajuka sebanyak 38 Karya Budaya dari berbagai Kabupaten Kota, Kabupaten Purworejo mengajukan 3 objek pemajuan kebudayaan untuk diusulkan menjadi WBTb, yaitu: *Wayang Gagrak Bagelenan*, *Clorot*, dan *Sega Penek Ngandul*.
Sidang Zoom diikuti oleh Kabid Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purworejo, Agung Setiono, S.E., M.Pd., staf Bidang Kebudayaan, serta para maestro dan narasumber dari masing-masing objek usulan.
Dari Wayang Gagrak Bagelenan hadir Ki Dalang Parikesit, Bapak Dewoto, Bapak Partono dan Bapak Surono. Dari Clorot hadir Mbah Putih, Mas Giri, dan Ibu Sumiyem. Sementara dari Sega Penek Ngandul hadir Bapak Agus .
Para narasumber memaparkan sejarah, nilai filosofi, teknik pembuatan, dan keberlanjutan tradisi masing-masing objek di hadapan tim sidang.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purworejo, Agung Setiono, S.E., M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada para pelaku budaya yang hadir. “Tiga objek ini adalah kearifan lokal Purworejo yang punya sejarah, nilai penting dan identitas kuat. Wayang Gagrak Bagelenan adalah gaya pakeliran khas Purworejo. Clorot kue tradisional berbungkus janur dengan filosofi kebersamaan. Sega Penek Ngandul adalah kuliner tradisional yang menjadi salah satu menu sarapan pagi warga Ngandul selama bertahun tahun. Upaya kami adalah mendokumentasikan, melindungi, dan memajukan agar tidak punah,” ujarnya.
Ia berharap, dengan lolos penetapan WBTb Indonesia 2026, tiga objek ini mendapat pengakuan nasional sekaligus dukungan pelestarian. “Harapan kami, setelah lolos ditetapkan, generasi muda Purworejo makin bangga dan mau meneruskan. Kami juga akan mendorong penguatan ekosistem: pelatihan dalang muda, regenerasi pembuat clorot, dan penguatan pelaku kuliner tradisional Sega Penek Ngandul,” tegasnya.
Dindikbud Kabupaten Purworejo berkomitmen mengawal proses verifikasi hingga ke tingkat pusat agar warisan budaya takbenda Purworejo resmi tercatat sebagai kekayaan budaya bangsa.
