- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
- Peluang WFA bagi Guru ASN Mulai Dikaji, Disdikbud Purworejo Lakukan Koordinasi Lintas Instansi
- PERTEMUAN DISKUSI SIMPEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DINDIKBUD DENGAN TIM FAK GEOGRAFI UGM YOGYAKARTA
- TEATER PELAJAR TAMPILKAN KARYA SUMANANG TIRTA SUDJANA DI FESTIVAL TEATER PELAJAR KABUPATEN PURWOREJO
Grup Karawitan Laras Mudha Manuhara SMP Negeri 4 Purworejo Pukau Penonton di Pendopo Kabupaten

PURWOREJO – Alunan instrumen gamelan menggema syahdu di Pendopo Kabupaten Purworejo. Grup seni karawitan "Laras Mudha Manuhara" dari SMP Negeri 4 Purworejo tampil memukau dalam pentas seni yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Purworejo ke-195. Penampilan ini merupakan bukti nyata dedikasi generasi muda dalam menjaga warisan budaya leluhur di tengah arus modernisasi.
Pentas karawitan ini merupakan agenda maraton yang berlangsung selama enam hari berturut-turut. Kegiatan ini diselenggarakan secara khusus oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo dengan menunjuk sekolah-sekolah pilihan untuk mengisi panggung kehormatan di pendopo tersebut. SMP Negeri 4 Purworejo mendapatkan kehormatan menjadi salah satu sekolah yang dipercaya untuk menunjukkan kebolehannya di hadapan publik dan jajaran pejabat daerah.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh perwakilan dari Dindikbud Kabupaten Purworejo, para guru, siswa-siswi, serta orang tua murid yang antusias memberikan dukungan. Kepala SMP Negeri 4 Purworejo, Bapak Warno Dwi Antoro, S.Pd., M.Pd., hadir secara langsung dan memberikan sambutan hangat. Selain menyampaikan ucapan selamat atas usia Kabupaten Purworejo yang ke-195, beliau memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya pelestarian budaya Jawa, khususnya seni karawitan, sebagai identitas bangsa yang harus dijaga oleh para siswa.
Grup Laras Mudha Manuhara sendiri diperkuat oleh 28 siswa-siswi bertalenta dari kelas 7, 8, dan 9. Di bawah arahan tangan dingin Bapak Rochmat Supanto, S.Pd., selaku pelatih sekaligus guru seni, para siswa nampak terampil memainkan tiap bilah saron dan dentuman gong. Persiapan matang dilakukan melalui ekstrakurikuler seni karawitan yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin di sekolah, hingga akhirnya mereka siap tampil di panggung kabupaten.
Keberhasilan penampilan ini tidak lepas dari dukungan struktural tim sekolah. Grup seni ini berada di bawah tanggung jawab Bapak Siswoto, S.Pd., dengan bimbingan dari Ibu Sundari Purnaminingsih, S.Pd., selaku pembina. Selain itu, pendampingan intensif juga diberikan oleh Bapak Dwi Suryanto, S.Pd., M.M.Pd., yang memastikan seluruh kebutuhan teknis dan mental para siswa terjaga dengan baik selama acara berlangsung dari awal hingga akhir.
Pertunjukan dibuka dengan "Gending Penanti" yang berfungsi sebagai musik pembuka untuk menyambut para tamu undangan yang hadir. Atmosfer tradisional yang kental seketika menyelimuti area pendopo saat anak-anak mulai memukul gamelan dengan penuh perasaan. Penonton tampak terhanyut dalam harmoni nada-nada pelog dan slendro yang disuguhkan secara apik oleh talenta-talenta muda dari sekolah menengah tersebut.
Secara total, grup Laras Mudha Manuhara membawakan 13 judul lagu atau gending sepanjang acara. Sebagai puncak sekaligus penutup, lagu populer "Prau Layar" dimainkan dengan penuh semangat, menutup rangkaian pentas seni hari itu dengan meriah. Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 4 Purworejo membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mencintai dan memiliki akar budaya yang kuat.
