- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
JALIN KEAKRABAN CEGAH PERUNDUNGAN : SD NEGERI BAKUREJO GIATKAN DINAMIKA KELAS DI LAPANGAN

Perundungan atau bullying adalah perilaku agresif yang disengaja dan berulang, baik dilakukan
oleh satu orang atau sekelompok orang terhadap individu lain dengan tujuan untuk menyakiti,
mengintimidasi maupun merendahkan. Perundungan di sekolah memiliki dampak negatif yang
luas baik bagi korban maupun pelaku, serta lingkungan sekolah secara keseluruhan. Dampak ini
dapat mencakup masalah kesehatan mental, sosial, dan akademis. Perundungan yang terjadi di
sekolah tentunya dapat mengurangi perasaan aman dan nyaman dalam lingkungan belajar. Hal
ini sangat jauh sekali dari harapan pemerintah untuk mewujudkan satuan pendidikan yang
"RAMAH".
SD Negeri Bakurejo telah mengambil langkah proaktif dalam mencegah perundungan di sekolah
salah satunya dengan menggiatkan dinamika kelas di lapangan. Program ini bertujuan untuk
membangun keakraban antar siswa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hubungan
yang harmonis. Pada hari Sabtu, 26 Juli 2025 SD Negeri Bakurejo kembali menggiatkan kegiatan
DINAMIKA KELAS di lapangan untuk pertama kalinya pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setiap dua minggu sekali (dwi mingguan) setiap Sabtu.
Sebanyak sekitar 150an siswa mengikuti kegiatan tersebut mulai pukul 07.00 WIB sampai
dengan 08.30 WIB dengan ekspresi ceria dan penuh semangat. Rangkaian kegiatan yang
dilaksanakan meliputi (1) Sarapan Pagi Bersama (2) Pembiasaan Menyanyikan Lagu
Kebangsaan, Mars Purworejo dan Hafalan Asmaul Husna (3) PBB (4) Permainan Besar di
Lapangan. Pada kesempatan kali ini anak-anak diajak membuat lingkaran besar sambil
bernyanyi kemudian membentuk kelompok sesuai instruksi yang anggotanya wajib terdiri dari
kelas 1-6. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak bisa semakin akrab antarsiswa di semua jenjang
kelas. Selanjutnya, uji konsentrasi dan kekompakan gerakan permainan dimotori langsung oleh
Ibu Lilis Setyaningsih, S.Pd dibantu oleh rekan guru lainnya dalam mengatur anak-anak.
Kegiatan berlangsung lancar, semangat, dan menggembirakan. Tepuk 7 Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat yang disertai gerakan turut menambah kemeriahan suasana pagi kegiatan
Dinamika Kelas.
Program dinamika kelas di lapangan yang menjadi agenda rutin dwi mingguan SD Negeri
Bakurejo telah memberikan beberapa manfaat, antara lain: meningkatkan kesadaran akan
pentingnya hubungan yang harmonis, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan kesadaran empati untuk tidak melakukan tindakan yang menyakiti orang. (LS)
