- Awali Semester 2 dengan Disiplin dan Keceriaan
- Gedung TK LKMD Winonglor diresmikan kepala desa dan pejabat dindikbud
- Kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Hari Pertama Semester Genap SMP Negeri 22 Purworejo
- Peresmian Rehabilitasi Gedung TK Bayangkari 83
- SMP Negeri 22 Purworejo gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penanganan Siswa ABK dan Pemanfaatan IFP
- Kementerian Kebudayaan RI Lakukan Monitoring Penggunaan DAK Non Fisik di Museum Tosan Aji
- Peringatan Hari Ibu di SMP Negeri 25 Purworejo
- Peningkatan Kapasitas Pendidik & Tenaga Kependidikan PGRI Cabang Kaligesing
- Upacara Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 di SD Negeri Kepatihan
- SD NegSD Negeri Pangengudang Gelar Kegiatan Parent Teaching Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah
Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan melalui Komunitas Belajar Gurawit di SDN Pagak

Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah merupakan proses perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi guna pengembangan diri dan satuan pendidikan sebagai bagian dari sistim manajemen
kinerja kepala sekolah. Dengan menganalisis rapor pendidikan, serta mempelajari akar masalah
yang ada, SD Negeri Pagak berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah
melalui pembentukan komunitas belajar di sekolah. Hal ini sejalan dengan program pemerintah
melalui Surat Edaran Kementrian Pendidikan Dasar Dan Menengah Nomor
5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 tanggal 26 Maret 2025 tentang Hari Belajar Guru.
Dalam paparan Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah yang didampingi dan diobservasi oleh
Pengawas Sekolah SD Wilcambidik Ngombol pada hari Selasa, 20 Mei 2025, Kepala Sekolah SD
Negeri Pagak, Wibowo, S.Pd.SD. menyampaikan program strategis sekolah dalam upaya
meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah yang diawali peningkatan kompetensi guru yang
diwadahi melalui Komunitas Belajar Gurawit (Guru Rawuh, Wiwitan, lan Tukar Kawruh). Gurawit
sendiri memiliki makna antar lain : 1) Guru Rawuh, yang artinya seorang guru bukan sekadar hadir
secara fisik, tapi hadir dengan kesadaran, niat baik, dan kesiapan untuk terlibat; 2) Wiwitan, yang
memiliki makna filosofis kerendahan hati, bahwa guru selalu mulai kembali dari nol untuk terus
belajar; 3) Tukar Kawruh, dengan harapan tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, semua
guru dapat saling mengisi. Arti keseluruhan dari Gurawit itu sendiri adalah Guru datang untuk
memulai berbagi ilmu. “GURAWIT” adalah ajakan bagi para guru untuk hadir sepenuh hati,
membuka ruang kolaborasi, dan menjadikan setiap pertemuan sebagai permulaan untuk saling
berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi.
Program kerja yang menjadi fokus dalam pembentukan komunitas belajar Gurawit
dirangkum dengan semboyan ”Guru Tumbuh Digital, Siswa Hebat Global”, dengan fokus
pengembangan kompetensi Guru :
1. Tema Media Digital Favorit Saya
• Guru memperkenalkan media digital yang efektif (Canva, LKPD AR, Assembler Edu,
Wordwall, Edpuzzle, dll.)
2. Tema Metode Ajar yang Membuat Siswa Aktif
• Gallery walk, diskusi kelompok, jigsaw, role play
3. Tema Model Pembelajaran Inovatif
• Project-Based Learning, Discovery Learning, Flipped Classroom
4. Tema Mengajar Siswa dengan Beragam Karakter
• Strategi untuk siswa pasif, aktif, atau berkebutuhan khusus
5. Tema Asesmen Formatif Digital
• ZEP Quiz, Google Form, Quizizz, Padlet, rubric penilaian
6. Tema Pembelajaran Berdiferensiasi dan STEM
• Praktik membedakan konten, proses, dan produk
• Menerapkan pembelajaran STEM
7. Sesi Refleksi: Apa yang Berhasil di Kelas Saya
• Guru merefleksikan strategi paling efektif selama semester ini
Pada sesi akhir diskusi dan refleksi bersama Pengawas Sekolah, Ibu Sutami Kurniasih, S.Pd.,
menambahkan ada beberapa bahan materi yang perlu dipelajari oleh Komunitas Belajar Gurawit
selain yang sudah dipaparkan perihal rujukan bahan belajar Naskah Akademik Pembelajaran
Mendalam serta Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) dalam
Pembelajaran yang dapat diunduh pada laman web: kurikulum.kemdikbud.go.id sebagai referensi
kesiapan satuan Pendidikan menyongsong pendekatan pembelajaran yang baru.
