- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
PENINGKATAN KOPETENSI PENDIDIK PAUD MELALUI PKG GUGUS SEDAP MALAM

Dalam rangka meningkatkan kopetensi pendidik dan kebersamaan serta bertukar ilmu antara pendidik formal dan non formal kami tergabung dalam PKG GUGUS SEDAP MALAM KECAMATAN NGOMBOL yang beranggotakan 8 lembaga PAUD yaitu TK Srini Ngombol.TK Asri Pulutan,TK Srini Wonoboyo,TK Srini Singkil, PP Harapan Bangsa,PP Sumber Waras, PP Pangudi Luhur, PP Pelita Harapan yang satu bulan sekali mengadakan pertemuan dengan tempat bergantian antar Lembaga.
Pada hari ini Selasa, 27 Mei 2025 bertempat di TK SRINI SRINI kami mengadakan pertemuaan rutin dengan acara menyampaikan informasi dari dinas tentang PAUD yang disampaikan oleh Ketua Gugus Sedap Malam Ibu Ninik Indriani,S.Pd. dilanjutkan dengan isian kegiatan yaitu belajar menari dolalak.
Tari Dolalak pertama kali dipentaskan pada tahun 1915. Pementasan kesenian ini sempat turun pada tahun 1940-an. Kemudian sebelum 1968, semua penari Dolalak adalak laki-laki dewasa yang berjumlah 10 hingga 16 orang. Setelah itu, tari Dolalak baru dibawakan oleh penari perempuan. Pergeseran peran tersebut disebabkan penari perempuan lebih energik dalam menampilkan tarian, sehingga masyarakat lebih menikmati kesenian ini dan anak -anak juga belajar tari dolalak.
Untuk melestaikan Kebudayaan Tari Dolalak ini kami sebagai Pendidik PAUD belajar bersama tari dolalak untuk selanjutnya diajarkan kepada anak didik kami agar sejak dini anak PAUD mengenal kebudayaan tari dolalak dari Purworejo.
