- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
Peringati Hari Anak Nasional dengan kegiatan yang dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan kenyamanan

"Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045". Itulah tema Peringatan Hari Anak Nasional. Setiap tahunnya, bangsa Indonesia memeringati Hari Anak Nasional setiap tanggal 23 Juli. Hari Anak Nasional menjadi momen istimewa untuk melindungi dan membina generasi muda. Peringatan Hari Anak Nasional setiap tanggal 23 Juli memiliki sejarah yang cukup panjang dalam pelaksanaannya.
SMP Negeri 26 Purworejo memeringati Hari Anak Nasional dengan berbagai kegiatan yang dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan kenyamanan, baik antar murid maupun antara murid dengan guru.
Sesuai dengan intruksi dari Pemerintah Kabupaten Purworejo, rangkaian kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional di SMP Negeri 26 Purworejo diawali dengan Menyanyikan Lagu Indonesian Raya, Mars Purworejo, dan Mars SMP Negeri 26 Purworejo. Merangkai kegiatan selanjutnya adalah senam Anak Indonesia Hebat, dan dilanjutkan dengan permainan tradisional. Berbagai permainan tradisional yang lakukan meliputi gobag sodor memakai topeng punakawan, congklak, cublak-cublak suweng, lompat karet, suda manda, dakon, dan petak umpet. Selain itu juga ada permainan yang dilombakan untuk seluruh kelas, yaitu layangan dan kolase.
Rangkaian kegiatan yang berikutnya adalah makan bersama yang dilaksanakan di masing-masing kelas secara serentak dengan wali kelas masing-masing. Siswa dan guru membawa bekal berupa makanan sehat yang terdiri atas nasi, sayur, lauk, dan air putih. Pembiasaan etika makan dari hal yang paling sederhana mulai dari mencuci tangan sebelum makan, berdoa, dan sikap makan diterapkan pada saat makan bersama antara murid dan wali kelas. Selain itu, makan makanan sehat dan bergizi juga menjadi sasaran dari sekolah dalam menerapkan butir keempat dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
