- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
Plt. DINDIKBUD Kabupaten Purworejo menghadiri Nyadran Panen dan Sedekah Bumi di Desa Pamriyan

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhi Agung Prihatno, S.STP., MM. menghadiri Nyadran Panen dan Sedekah Bumi Desa Pamiyan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Rabu, 18 Juni 2025 di GOR Mangkumikarto Desa Pamriyan.
Tradisi yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali ini dilakukan secara turun temurun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang telah diberikan pada masyarakat Desa Pamriyan. Selain menyajikan ayam panggang dan hasil bumi setempat serta jajanan pasar juga dimeriahkan pertunjukan seni tradisional tayub.
Acara ini juga di hadiri Kepala DPPPAPMD mewakili Bupati Purworejo, Bapak Laksana Sakti, AP., M. Si., Camat Pituruh Drs. Hartono, M.M. dan Pejabat Pemerintah dinas terkait tingkat Kecamatan sampai tingkat Kabupaten, Kepala Desa sekitar Desa Pamriyan dan undangan umum masyarakat desa sekitar yang desanya juga melaksanakan tradisi tersebut,
Selain ayam panggang yang disajikan, warga yang ikut dalam acara ini juga memberikan hasil panennya dan juga membuat ancak (ambeng) yang dibentuk segi empat. Disetiap isi ancak yang terbuat dari bambu kurang lebih ada 50-an panggang ayam kampung, tumpeng, jenang, wajik, ketan, telur, buah-buahan, sayuran, jajanan pasar, dll.
Nyadran panen merupakan tradisi yang kaya makna, menggabungkan unsur syukur, silaturahmi, dan pelestarian budaya dalam satu perayaan yang sakral dan meriah. Tradisi ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antarwarga, berkumpul, berbagi makanan, berinteraksi, memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas.
