- Rapat Koordinasi Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Digelar di Dindikbud Purworejo
- DISBUDPAREKRAF Provinsi Jawa Tengah Lakukan Pemetaan Potensi CB dan ODCB di Kabupaten Purworejo
- DINDIKBU RAIH BERLIMPAH HADIAH HASIL DARI LOMBA FUN GAMES
- Dikbud dapat peringkat 2 dalam lomba FUNGAME kemerdekaaan lintas OPD
- Seminar Nasional How to Be a Great Teacher Tekankan Guru sebagai Inspirator dan Pembentuk Karakter
- Dindikbud Purworejo Gelar Sosialisasi Hasil Penetapan Cagar Budaya Tahun 2026
- Apel pagi diikuti oleh Semua ASN Dindikbud pengawas korwilcambidik dan penilik sekolah
- SMPN 1 Purworejo Wakili Kabupaten Purworejo di LCCM Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026
- Sekretaris Dindikbud Purworejo Buka Sosialisasi Dapodik Tahun Ajaran 2026/2027 Jenjang PAUD, SD, dan SMP
- PERINGATI HARI ANAK NASIONAL, SDN PURWOREJO DAN SDN KEMIRI LOR BELAJAR SAMBIL BERMAIN DI MUSEUM TOSAN AJI
Praktik Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah di SMP Negeri 22 Purworejo Dorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Purworejo, Kamis (23/4/2026) — SMP Negeri 22 Purworejo menggelar kegiatan Praktik Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah yang berlangsung di Laboratorium IPA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran murid melalui pengelolaan kinerja yang dirancang secara kontekstual, terstruktur, dan memberikan dampak nyata bagi satuan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kinerja kepala sekolah. Ketiga aspek tersebut disusun secara sistematis agar selaras dengan kebutuhan riil sekolah, serta mampu menjawab tantangan pembelajaran yang terus berkembang.
Narasumber kegiatan, Teguh Prayitno, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan bahwa pengelolaan kinerja kepala sekolah tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran di kelas. “Kinerja kepala sekolah harus mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata yang berdampak langsung pada proses belajar murid. Oleh karena itu, perencanaan harus berbasis data, pelaksanaan harus konsisten, dan penilaian harus objektif serta berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dalam pengelolaan kinerja, yakni menyesuaikan program dengan karakteristik sekolah, potensi sumber daya, serta kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan SMP Negeri 22 Purworejo yang antusias dalam mendalami praktik pengelolaan kinerja tersebut. Melalui forum ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga contoh implementasi yang dapat langsung diterapkan di lingkungan sekolah.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah mampu membangun budaya kerja yang lebih profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan pengelolaan kinerja yang baik, satuan pendidikan diharapkan semakin mampu mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.
