- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
- Peluang WFA bagi Guru ASN Mulai Dikaji, Disdikbud Purworejo Lakukan Koordinasi Lintas Instansi
- PERTEMUAN DISKUSI SIMPEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DINDIKBUD DENGAN TIM FAK GEOGRAFI UGM YOGYAKARTA
- TEATER PELAJAR TAMPILKAN KARYA SUMANANG TIRTA SUDJANA DI FESTIVAL TEATER PELAJAR KABUPATEN PURWOREJO
Praktik Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah di SMP Negeri 22 Purworejo Dorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Purworejo, Kamis (23/4/2026) — SMP Negeri 22 Purworejo menggelar kegiatan Praktik Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah yang berlangsung di Laboratorium IPA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran murid melalui pengelolaan kinerja yang dirancang secara kontekstual, terstruktur, dan memberikan dampak nyata bagi satuan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kinerja kepala sekolah. Ketiga aspek tersebut disusun secara sistematis agar selaras dengan kebutuhan riil sekolah, serta mampu menjawab tantangan pembelajaran yang terus berkembang.
Narasumber kegiatan, Teguh Prayitno, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan bahwa pengelolaan kinerja kepala sekolah tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran di kelas. “Kinerja kepala sekolah harus mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata yang berdampak langsung pada proses belajar murid. Oleh karena itu, perencanaan harus berbasis data, pelaksanaan harus konsisten, dan penilaian harus objektif serta berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dalam pengelolaan kinerja, yakni menyesuaikan program dengan karakteristik sekolah, potensi sumber daya, serta kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan SMP Negeri 22 Purworejo yang antusias dalam mendalami praktik pengelolaan kinerja tersebut. Melalui forum ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga contoh implementasi yang dapat langsung diterapkan di lingkungan sekolah.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah mampu membangun budaya kerja yang lebih profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan pengelolaan kinerja yang baik, satuan pendidikan diharapkan semakin mampu mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.
