- Simulasi TKA Erlangga Periode 2 Tahun 2026 Berjalan Lancar, Siswa SMP Negeri 9 Purworejo Semakin Siap Hadapi Ujian
- Langkah Maju SDN 1 Cepedak Try Out TKA Berbasis Digital Bersama Erlangga Tingkatkan Kesiapan Siswa
- SILATURAHMI DAN PENYERAHAN RUANG SEKRETARIAT DEWAN PENDIDIKAN OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
- Dalam Rangka Memperingati Hari Film Nasional 2026, Komite Film Dewan Kesenian Purworejo Gelar Purworejo BerSINEMA
- Hangatnya Hari Pertama Masuk Sekolah Pasca Hari Raya 1447 H Tahun 2026 di SDN 1 Cepedak
- Kepala Dindikbud buka Gelar Budaya Kesenian Desa Mayungsari
- KEGIATAN PERCEPATAN INPUT SIMDA BMD DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN GUNA PEMENUHAN LKD (LKD) PEMERINTAH DAERAH
- Pesantren Kilat di SMP Negeri 13 Purworejo tahun ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan
- Keluarga besar Dindikbud ikuti pembinaan pegawai sembari halal bi halal
- Pesantren Ramadan SMP Negeri 32 Purworejo Gandeng KUA Dan IPNU-IPPNU Kecamatan Kemiri
Praktik Sablon dari Kertas Bungkus Nasi Tumbuhkan Jiwa Kreasi Siswa Kelas V SDN Bakurejo

SABLON merupakan karya seni rupa yang termasuk cabang seni grafis dua dimensi dan tergolong dalam cetak saring atau screen printing yang memanfaatkan layar dengan kerapatan tertentu. Biasanya cetak jenis ini banyak diaplikasikan pada kaos, spanduk, tas kainkain (totebag), undangan, kardus packaging, dan sebagainya.
Sablon ternyata dapat dibuat sendiri dengan bahan sederhana yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar seperti yang telah dipraktikkan siswa kelas V di SDN Bakurejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang dipraktikkan sehari KBM pada Sabtu, 15 Februari 2025 dimotori langsung oleh wali kelasnya, Ibu Lilis Setyaningsih, S.Pd. Ide mempraktikkan sablon dari kertas bungkus nasi ini, berawal dari banyaknya tas totebag kain hasil praktik ecoprint kelas rendah yang belum dirapikan sehingga timbul niat untuk memanfaatkan sisi lain dari tas totebag tersebut agar lebih menarik yakni salah satunya dengan mengaplikasikan sablon.
Praktik sablon ini tergolong mudah dipraktikkan anak-anak serta alat dan bahan yang dibutuhkan sederhana. Anak-anak cukup membawa kertas bungkus nasi yang agak tebal, lem putih, dan penggaris. Langkah pertama yang dilakukan yaitu mengoleskan lem putih secara merata pada kertas bungkus nasi pada bagian yang mengkilap, kemudian menjemurnya di bawah sinar matahari. Lem putih tersebut dapat diratakan dengan penggaris atau kartu bekas. Setelah lem tersebut kering dan tampak lebih mengkilap pada kertas, kertas kemudian dipotong seukuran A4. Kertas tersebut digunakan sebagai media mencetak desain gambar yang telah disiapkan (mode pencerminan). Setelah gambar dicetak pada kertas bungkus nasi, kertas tersebut kemudian diberi cat semprot bening (pylox clear) sampai agak basah. Selanjutnya, kertas tersebut langsung ditempelkan pada permukaan tas totebag yang akan disablon dan disetrika. Setelah dirasa kering, kertas diangkat secara perlahan-lahan, hingga meninggalkan gambar sablon. Jika kertas bungkus nasi ada yang tertinggal, dapat digosok menggunakan air secara perlahan. Hasilnya pun langsung dapat dilihat, cukup mengagumkan.
Kegiatan praktik sablon ini merupakan hal baru bagi siswa kelas V di SDN Bakurejo, dari kegiatan ini mereka belajar memaknai arti keberhasilan dan kegagalan yang diperoleh dari sebuah perjuangan. Praktik ini juga menumbuhkan jiwa kreasi sablon bagi siswa untuk memanfaatkan media yang serupa, sekaligus memberikan pengalaman nyata memori jangka panjang bagi mereka yang menghayati setiap proses tahapannya.
Kegiatan ini cocok diterapkan untuk siswa kelas tinggi yang tentunya tetap harus dalam pengawasan dan instruksi. Dari praktik kegiatan sablon ini diharapkan dapat memberikan inspirasi pembelajaran seni yang edukatif, menarik, bermanfaat, dan menyenangkan. (LS)
