- Peringatan Hari Lahir RA Kartini di SDN Sidomulyo
- SD Negeri Donorati peringati hari kartini dengan lomba bernyanyi
- Keseruan Pawai Pakaian Adat SDN Munggangsari dalam Memperingati Hari Kartini 2026
- SMP Negeri 33 Purworejo siap melaksanakan kegiatan TUC
- TKA di sekolah puncak gunung berjalan lancar
- SMP Negeri 43 Purworejo gelar Gerakan Sekolah Asri dan Bersih
- Kilau Bakat Siswa Kaligesing di Panggung FLS3N 2026 Mengasah Karakter Lewat Seni
- SDN ROWODADI KUNJUNGI PERPUSDA KUTOARJO
- BPPMP Prov Jateng serahkan rekomendasi rombongan rombel yang dikecualikan untuk SPMB 2026
- 16 ASN Dindikbud raih penghargaan kenaikan pangkat
Sarasehan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo telah menyelenggarakan Sarasehan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada Selasa, 28 Juni 2022 di Wisma Romo Semono Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.
Dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo yang diwakili oleh Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos, MM selaku Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud, kegiatan sarasehan tahun ini mengusung tema “Dengan Sarasehan Penghayat Kita Tingkatkan toleransi dan kerukunan antar anak bangsa”.
Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos, MM menuturkan, “ Sarasehan penghayat kepercayaan diikuti perwakilan dari 9 kelompok penghayat kepercayaan yaitu Paguyuban Kebatinan Setia Budi Perjanjian 45 (SBP 45), PPK Subud (Susilo Budi Darma), Ngudi Utomo, Imbal Wacana, Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu), Kapribaden, Hardo Pusoro, Persatuan Warga Sapta Dharma (PERSADA) dan PEMUD”.
“Adapun narasumber sarasehan kali ini yaitu dari DPRD Kabupaten Purworejo, Polres Purworejo, Kejaksaan Negeri Purworejo, Badan Kesbangpol dan dari MLKI ( Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia) Provinsi Jawa Tengah “, ujarnya lagi.
Penghayat kepercayaan sendiri adalah mereka yang menganut aliran kepercayaan diluar enam agama dominan yang dikenal masyarakat umum di Indonesia seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Adanya aliran kepercayaan tersebut merupakan warisan yang diturunkan oleh leluhur berbagai daerah yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Purworejo.
Adanya berbagai kepercayaan merupakan salah satu keragaman yang menjadi ciri kemajemukan masyarakat Indonesia terkhusus di Kabupaten Purworejo. Hal tersebut bisa ditemukan juga pada penghayat kepercayaan sebagai salah satu kelompok yang sering terlupakan bahkan asing bagi sebagian masyarakat.
