- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
SIMULASI KESIAPSIAGAAN BENCANA DALAM MEWUJUDKAN OPTIMALISASI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA SISWA SDN BAKUREJO

Kegiatan simulasi kesiapsiagaan bencana dilaksanakan dalam rangka peringatan hari
kesiapsiagaan bencana setiap tanggal 26 April 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-
siswi SDN Bakurejo dari kelas 1 sampai kelas 6 pada hari Sabtu, 26 April 2025. Kegiatan ini
diawali dari sosialisasi oleh guru tentang tanggap bencana dan cara bagaimana
menyelamatkan diri dari bencana alam khususnya bencana alam gempa bumi.
Siswa diberikan arahan tentang cara menyelamatkan diri melalui lagu mitigasi
bencana gempa menggunakan gerak dan lagu. Adapun tahapan menyelamatkan diri dari
bencana gempa bumi yaitu: (1) jangan panik (2)melindungi kepala, (3) berlindung di bawah
meja atau keluar ruangan, (4) berkumpul di titik kumpul yang jauh dari rumah dan gedung-
gedung. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan siswa mengikuti simulasi bencana gempa
bumi yang diawali dengan adanya tanda sirine.
Seluruh siswa sangat berpartisipatif dan antusias mengikuti simulasi dengan
berdrama seolah-olah sedang benar terjadi bencana alam gempa bumi seperti menangis,
berdo’a dan tertimpa reruntuhan. Pihak sekolah memberikan 2 kali percobaan gempa yaitu
gempa ringan siswa berlindung di bawah meja dan gempa besar serta lama siswa berlari ke
lapangan.
Kegiatan simulasi bencana gempa ini dilaksanakan di dalam dan luar kelas yang
diikuti dengan baik oleh 159 siswa SDN Bakurejo. Tampak bahwa siswa sudah mampu
melakukan penyematan diri saat terjadi gempa. Hal tersebut tampak dari kecepatan siswa
dalam mengikuti petunjuk yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan
kesiapsiagaan siswa SDN Bakurejo ketika terjadi bencana alam khususnya gempa bumi.
Siswa berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dan lebih optimal lagi (HCT)
