- DINDIKBUD SUKSES MENJADI PANITIA KARNAVAL KATEGORI TK/PAUD
- FINAL CHEKING PERSIAPAN KARNAVAL DINDIKBUD
- BBPMP Provinsi Jawa Tengah terus mendorong Dindikbud Kabupaten Purworejo untuk mewujudkan SPM
- Pegawai Dindikbud Sukses Jadi Panitia Karnaval PAUD di Alun-Alun Kabupaten Purworejo
- Pegawai Dindikbud Siap Siaga menjadi panitia Karnafal
- ASN Dindikbud Ikuti Upacara HUT RI ke 81 di Alun-alun Purworejo
- Sosialisasi Dapodik versi 2027 jenjang PAUD akhirnya selesai
- Rapat Koordinasi Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Digelar di Dindikbud Purworejo
- DISBUDPAREKRAF Provinsi Jawa Tengah Lakukan Pemetaan Potensi CB dan ODCB di Kabupaten Purworejo
- DINDIKBU RAIH BERLIMPAH HADIAH HASIL DARI LOMBA FUN GAMES
Siswa SDN Kalipuring Lakukan Tadabur Alam di Kawasan Hutan Sekitar

Siswa SDN Kalipuring pada hari ini, Kamis 11 Desember 2025, mengikuti kegiatan tadabur alam yang dilaksanakan di kawasan hutan sekitar perbatasan Desa Somoleter, di Dusun Kalipuring, Kalimangir, hingga wilayah Duduhan. Sejak pagi, para siswa terlihat sangat bersemangat memulai agenda jalan sehat sembari menikmati kesejukan udara dan pemandangan hijau yang tersaji sepanjang rute. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan alam serta menumbuhkan rasa syukur kepada Tuhan atas kebesaran ciptaan-Nya.
Perjalanan dimulai dari halaman sekolah, kemudian menyusuri jalan desa sebelum masuk ke area hutan yang rindang dan alami. Di tengah perjalanan, para siswa berhenti sejenak di area yang banyak ditumbuhi pohon pinus untuk menikmati kudapan yang mereka bawa dari rumah. Suasana makan bersama di alam terbuka membuat anak-anak terlihat sangat gembira, saling berbagi bekal, dan menikmati kebersamaan yang jarang mereka rasakan di ruang kelas. Setelah rehat, para guru pendamping kembali memandu anak-anak mengenali berbagai unsur alam sambil melakukan refleksi ringan.
Menurut Kepala SDN Kalipuring, Dede Awan Aprianto SPd MPd, kegiatan tadabur alam seperti ini memiliki nilai pendidikan yang sangat penting bagi perkembangan karakter peserta didik. “Kami ingin anak-anak belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari pengalaman langsung. Ketika mereka melihat keindahan hutan pinus, mendengar suara burung, dan merasakan udara segar, itu menumbuhkan kesadaran spiritual dan rasa syukur. Ini bukan hanya jalan sehat, tetapi juga pembelajaran tentang keagungan ciptaan Tuhan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Selain memperkuat aspek religius, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarsiswa dan guru. Di sepanjang perjalanan, anak-anak belajar bekerja sama, saling menunggu, dan membantu teman yang kelelahan. Mereka juga diajak mengamati bagaimana masyarakat sekitar memanfaatkan hutan secara bijak, sehingga wawasan sosial mereka bertambah. Rangkaian kegiatan ini berlangsung hangat, santai, namun tetap penuh nilai-nilai edukatif.
Kegiatan diakhiri dengan kembali ke sekolah dengan tertib. Tadabur alam ini diharapkan menjadi pengalaman berkesan yang menanamkan kecintaan terhadap alam, kepedulian lingkungan, serta karakter religius pada diri peserta didik.
