- SDN ROWODADI KUNJUNGI PERPUSDA KUTOARJO
- BPPMP Prov Jateng serahkan rekomendasi rombongan rombel yang dikecualikan untuk SPMB 2026
- 16 ASN Dindikbud raih penghargaan kenaikan pangkat
- Meningkatkan Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Purworejo DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Gelar Pelatihan Kesenian
- KUNJUNGAN BERJIBAKU BERSAMA WAJIB MEMBACA BUKU SDN POLOMARTO KE PERPUSTAKAAN DAERAH PURWOREJO
- Team Pelaksana Hibah dari Bidang P3 monitoring ke RA Asyakal Desa Brenggong
- Konservasi Koleksi Museum Tosan Aji: Melestarikan Warisan Budaya Nusantara
- Pererat Silaturahmi, Insan Pendidikan Kaligesing Gelar Halal Bihalal \"Kembali Suci\" di Gedung KPRI
- Kepala DINDIKBUD Kabupaten Purworejo Dukung Pelestarian Budaya: Hadiri Silaturahmi dan Pameran Keris Paguyuban Paseban Risangaji
- Simulasi TKA Erlangga Periode 2 Tahun 2026 Berjalan Lancar, Siswa SMP Negeri 9 Purworejo Semakin Siap Hadapi Ujian
TUMBUHKAN PENGALAMAN NYATA SDN BAKUREJO AJAK SISWA KELAS V SULAP GALON BEKAS JADI POT TERAS

LINGKUNGAN sekolah yang asri dan edukatif menjadi salah satu target yang diupayakan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bakurejo untuk mendukung kegiatan belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dalam upaya mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dengan praktik nyata, siswa-siswi kelas 5 SDN Bakurejo pada Sabtu, 18 Oktober 2025 diajak dalam kegiatan kreatif dan inspiratif: menyulap galon air mineral bekas menjadi pot tanaman yang cantik untuk menghiasi teras sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah dengan penuh semangat, antusias tak sabar ingin segera berkreasi.
Kegiatan bertajuk "Daur Ulang Kreatif untuk Lingkungan Hijau" ini bukan sekadar tugas kerajinan biasa. Ibu Lilis Setyaningsih, S.Pd selaku Wali Kelas V sekaligus yang memberikan komando kegiatan menyampaikan bahwa program ini bertujuan ganda. "Pertama, kami ingin menanamkan kesadaran akan pentingnya mengurangi sampah plastik melalui daur ulang sejak usia dini. Kedua, ini adalah cara untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan menyenangkan, di mana mereka bisa melihat langsung hasil karyanya memperindah lingkungan," jelasnya.
Dari Sampah Menjadi Estetika
Sebanyak 29 siswa kelas 5 terlihat antusias mengikuti setiap langkah. Sebelumnya, galon sudah dipotong di rumah dengan desain bunga yang telah ditentukan untuk menciptakan keselarasan. Selanjutnya, siswa bersama kelompoknya kemudian mengeksekusi pengecatan galon di sekolah mengikuti petunjuk kerja yang telah diinstruksikan. Proses ini tidak hanya mengasah keterampilan motorik halus, tetapi juga mendorong kerja sama tim, dan kreativitas. Pot galon yang telah selesai diicat, kemudian d jemur di tempat yang panas. Setelah pot mengering, langkah berikutnya adalah penanaman. Siswa diajari cara mengisi pot dengan media tanam yang benar dan menanam bibit tanaman.
Pot-pot cantik hasil daur ulang ini berjajar rapi menghiasi teras dan sudut-sudut kelas SDN Bakurejo, menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman. Dampak positif dari kegiatan ini tidak hanya terlihat secara fisik pada lingkungan sekolah, tetapi juga pada perkembangan karakter siswa. Mereka belajar tentang tanggung jawab, kreativitas, dan yang terpenting, peran aktif mereka sebagai agen perubahan untuk lingkungan yang lebih hijau.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, SDN Bakurejo membuktikan bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mengajarkan melalui pengalaman nyata. Mengubah sampah menjadi karya bermanfaat adalah langkah kecil yang menumbuhkan kesadaran besar, menjadikan teras sekolah tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi galeri kreasi dan pembelajaran tentang kelestarian alam. (LS)
