- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
- Peluang WFA bagi Guru ASN Mulai Dikaji, Disdikbud Purworejo Lakukan Koordinasi Lintas Instansi
- PERTEMUAN DISKUSI SIMPEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DINDIKBUD DENGAN TIM FAK GEOGRAFI UGM YOGYAKARTA
- TEATER PELAJAR TAMPILKAN KARYA SUMANANG TIRTA SUDJANA DI FESTIVAL TEATER PELAJAR KABUPATEN PURWOREJO
TUMBUHKAN PENGALAMAN NYATA SDN BAKUREJO AJAK SISWA KELAS V SULAP GALON BEKAS JADI POT TERAS

LINGKUNGAN sekolah yang asri dan edukatif menjadi salah satu target yang diupayakan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bakurejo untuk mendukung kegiatan belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dalam upaya mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dengan praktik nyata, siswa-siswi kelas 5 SDN Bakurejo pada Sabtu, 18 Oktober 2025 diajak dalam kegiatan kreatif dan inspiratif: menyulap galon air mineral bekas menjadi pot tanaman yang cantik untuk menghiasi teras sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah dengan penuh semangat, antusias tak sabar ingin segera berkreasi.
Kegiatan bertajuk "Daur Ulang Kreatif untuk Lingkungan Hijau" ini bukan sekadar tugas kerajinan biasa. Ibu Lilis Setyaningsih, S.Pd selaku Wali Kelas V sekaligus yang memberikan komando kegiatan menyampaikan bahwa program ini bertujuan ganda. "Pertama, kami ingin menanamkan kesadaran akan pentingnya mengurangi sampah plastik melalui daur ulang sejak usia dini. Kedua, ini adalah cara untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan menyenangkan, di mana mereka bisa melihat langsung hasil karyanya memperindah lingkungan," jelasnya.
Dari Sampah Menjadi Estetika
Sebanyak 29 siswa kelas 5 terlihat antusias mengikuti setiap langkah. Sebelumnya, galon sudah dipotong di rumah dengan desain bunga yang telah ditentukan untuk menciptakan keselarasan. Selanjutnya, siswa bersama kelompoknya kemudian mengeksekusi pengecatan galon di sekolah mengikuti petunjuk kerja yang telah diinstruksikan. Proses ini tidak hanya mengasah keterampilan motorik halus, tetapi juga mendorong kerja sama tim, dan kreativitas. Pot galon yang telah selesai diicat, kemudian d jemur di tempat yang panas. Setelah pot mengering, langkah berikutnya adalah penanaman. Siswa diajari cara mengisi pot dengan media tanam yang benar dan menanam bibit tanaman.
Pot-pot cantik hasil daur ulang ini berjajar rapi menghiasi teras dan sudut-sudut kelas SDN Bakurejo, menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman. Dampak positif dari kegiatan ini tidak hanya terlihat secara fisik pada lingkungan sekolah, tetapi juga pada perkembangan karakter siswa. Mereka belajar tentang tanggung jawab, kreativitas, dan yang terpenting, peran aktif mereka sebagai agen perubahan untuk lingkungan yang lebih hijau.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, SDN Bakurejo membuktikan bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mengajarkan melalui pengalaman nyata. Mengubah sampah menjadi karya bermanfaat adalah langkah kecil yang menumbuhkan kesadaran besar, menjadikan teras sekolah tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi galeri kreasi dan pembelajaran tentang kelestarian alam. (LS)
