- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
- Kegiatan Fun Game Meriahkan Classmeeting SDN Lubanglor
- Bukan Sekedar Ritual, Jamasan Tosan Aji dan Wayangan Jadi Identitas Masyarakat Bagelen
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Gelar PKG BK Diseminasi, Perkuat Kompetensi Guru BK melalui 7 Jurus BK Hebat
- Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Purworejo Berjalan Lancar
Tumbuhkan Semangat Bermusik, Museum Tosan Aji Gelar Workshop Musik Keroncong

Selasa, 22 April 2025 – Dalam rangka Pameran Museum Bersama Museum Tosan Aji Tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo gelar Workshop Musik Keroncong (Selasa, 22 April 2025) di Museum Tosan Aji.
Menghadirkan Narasumber Bapak Much. Dahlan (Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo), Bapak Timbul Susilo (Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo), Drs. Yonas Suharyono, M.M. (Penyanyi Terbaik Lomba Keroncong PGRI Jateng tahun 1995), Dwi Suryanto, S.Pd.,M.M.Pd. (Guru Seni Musik SMP Negeri 4 Purworejo) dan Cahyaning Mentari, S.Pd. (Guru Seni Musik SMA Negeri 1 Purworejo).
Menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pameran Museum Bersama, workshop keroncong diikuti oleh pelajar, guru dan umum yang nantinya akan mengikuti lomba menyanyi keroncong pada Pameran Museum Bersama.
Kepala Dindikbud Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos. menuturkan, “ Workshop musik keroncong pada umumnya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam bermain dan menghargai musik keroncong serta memperluas basis penggemar musik ini khususnya di kalangan generasi muda sehingga dapat berfungsi untuk pengembangan kreativitas dalam berkreasi, khususnya bagi guru dan seniman musik".
“Workshop ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk melestarikan dan mengembangkan musik keroncong sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia”, ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Kabid Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purworejo Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos., M.M. menyampaikan bahwa peserta workshop keroncong akan mengikuti lomba Nyanyi Keroncong tanggal 24 dan 26 April 2025 pada Pameran Museum Bersama di Lapangan Tenis Kompleks Pendopo Kabupaten Purworejo.
“Dengan kegiatan ini harapannya generasi muda tidak lagi memiliki persepsi bahwa keroncong adalah musik tradisional yang hanya cocok untuk orang tua, sehingga kurang tertarik untuk mendengarkan atau memainkannya. Musik Keroncong juga memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari genre lain, jadi bukan hanya sekadar genre music tetapi juga sebuah simbol dari kekayaan budaya dan sejarah Indonesia yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Dengan segala keunikan dan kekhasannya, keroncong tetap menjadi salah satu ikon musik yang membanggakan bagi bangsa Indonesia”, imbuhnya.
