- Grup Karawitan Laras Mudha Manuhara SMP Negeri 4 Purworejo Pukau Penonton di Pendopo Kabupaten
- EVALUASI BOSP 2025 DAN SOSIALISASI BOSP 2026
- Supervisi Pengawas Pendidikan di SMP Negeri 22 Purworejo Dukung Peningkatan Mutu Pembelajaran
- Kunjungan Penasehat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembanhan Budaya Kemaritiman di Museum Tosan Aji
- Aula Wilcambidik Bruno Menjadi Tempat Persiapan Lomba Pramuka Garuda
- Evaluasi 2025 dan Perencanaan 2026 Pengerjaan rehab, revit
- DIKLAT GURU PENDIDIKAN PANCASILA
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo berupaya secepatnya memenuhi kebutuhan Kepala Sekolah
- Disaksikan Korwilcambidik Bruno, 110 Pramuka Garuda Dilantik
- Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo Naik Klasifikasi Museum Tipe B
Guna Peningkatan Profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan Gugus Amarta Bener adakan KKG

Guru beserta tenaga kependidikan se-Gugus Amarta menggelar kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru) dengan tema Peningkatan Profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan di Aula SD Negeri Limbangan, Bener, Purworejo, Senin (24/01/2022). Acara dihadiri 3 Pengawas TK/SD di Wilcambidik Bener dan diikuti para guru serta tenaga kependidikan dari lima Sekolah Dasar yang tergabung di Gugus Amarta.
Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan Bener, Muhlasin, S.Pd., M. M.Pd. membuka acara tersebut sekaligus memberikan sambutan serta memberikan penjelasan tentang peningkatan profesionalisme guru dan tenaga pendidikan kepada para hadirin. Pidatonya diawali dengan mengingatkan kembali pada para guru untuk berupaya maksimal mengembalikan karakter anak setelah hampir dua tahun terdampak pandemi Covid-19.
“Seiring dengan hilangnya pandemi Covid-19, mari Bapak/Ibu guru mengembalikan karakter siswa yang sudah hilang selama dua tahun terakhir, Penerapan kedisiplinan juga harus ditingkatkan di sekolah Bapak/Ibu semua, hal ini bisa dimulai dari pembiasaan upacara bendera kembali,” tuturnya.
Selain itu, dijelaskan pula tentang PTM (pembelajaran tatap muka) yang sudah bisa dilaksanakan 100% dengan jam pembelajaran normal. Beberapa aturan yang diperkenalkan kembali pada siswa adalah, jam masuk yang dimulai pukul 07.00, penggunaan seragam sekolah yang lengkap, dan sopan santun terhadap seluruh warga sekolah. Peningkatan kompetensi siswa juga perlu diperbaiki,utamanya siswa kelas III sampai dengan VI, mengingat sudah dua tahun siswa terninabobokkan oleh kegiatan BDR (belajar dari rumah) yang kurang efektif dibandingkan PTM. Pelaksanaan Ujian Sekolah 7 mata pelajaran tingkat kabupaten yang tersisa beberapa bulan lagi, menjadi tali pecut bagi guru kelas VI untuk membangkitkan kompetensi dan prestasi dalam diri siswa.
