- Grup Karawitan Laras Mudha Manuhara SMP Negeri 4 Purworejo Pukau Penonton di Pendopo Kabupaten
- EVALUASI BOSP 2025 DAN SOSIALISASI BOSP 2026
- Supervisi Pengawas Pendidikan di SMP Negeri 22 Purworejo Dukung Peningkatan Mutu Pembelajaran
- Kunjungan Penasehat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembanhan Budaya Kemaritiman di Museum Tosan Aji
- Aula Wilcambidik Bruno Menjadi Tempat Persiapan Lomba Pramuka Garuda
- Evaluasi 2025 dan Perencanaan 2026 Pengerjaan rehab, revit
- DIKLAT GURU PENDIDIKAN PANCASILA
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo berupaya secepatnya memenuhi kebutuhan Kepala Sekolah
- Disaksikan Korwilcambidik Bruno, 110 Pramuka Garuda Dilantik
- Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo Naik Klasifikasi Museum Tipe B
Kurang lebih 53% remaja sekolah masih mengalami kekurangan gizi

Kurang lebih 53% remaja sekolah masih mengalami kekurangan gizi. Hal itu salah satunya dipicu oleh kebiasaan jajanan yang kurang memperhatikan nilai gizi. Perut sudah terlanjur kenyang oleh jajanan sehingga tidak mendapat asupan makanan yang bergizi. Setidaknya makanan bergizi ada 4 hal, yaitu: nasi, sayur, protein hewani dan nabati. Oleh karena itu, sekolah harus memastikan kantin sekolah menyediakan jajanan yang sehat dan bergizi, tdak mengandung zat penyedap rasa, warna, dan lainnya. Demikian salah satu petugas dari UPT Puskesmas Kutoarjo menyampaikan ke pihak sekolah.
Kegiatan Aksi Bergizi yang dilakukan oleh 13 orang petugas Puskesmas dimulai dari senam pagi bersama, sarapan pagi bergizi, edukasi pentingnya minum tablet tambah darah, edukasi tentang kekerasan seksual, cek Hb dan diakhiri cek kesehatan pribadi. Sasaran kegiatan ini adalah semua siswa kelas 7 pada hari Jumat, 20 Januari 2023 di aula SMP Negeri 13 Purworejo.
Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan dilakukan oleh tiga orang petugas bersamaan dengan kegiatan Aksi Bergizi. Kegiatan ini meliputi tiga hal yaitu: PHBS, kantin sekolah, dan inspeksi jentik nyamuk. Sasarannya adalah kamar mandi dan toilet siswa dan guru, seluruh halaman sekolah dan pekarangan, kantin, dan sampah. PHBS ada 15 item instrumen termasuk UKS, sumber air, jamban, pengelolaan sampah, scrining siswa, dan KTR (kawasan tanpa rokok). Kantin disampaikan perlunya jajanan harus tertutup rapat tidak hanya ditutup kertas. Inspeksi Jentik minimal mencapai nilai 95%. Tindak lanjut sekolah melalui UKS diminta untuk menindaklanjuti pemamtauan siswa putri minum tambah darah dan pemantaun jentik nyamuk serta kantin sekolah.
