- Penutupan Diklat YAYASAN ISHK TOLARAM
- Grup Karawitan Laras Mudha Manuhara SMP Negeri 4 Purworejo Pukau Penonton di Pendopo Kabupaten
- EVALUASI BOSP 2025 DAN SOSIALISASI BOSP 2026
- Supervisi Pengawas Pendidikan di SMP Negeri 22 Purworejo Dukung Peningkatan Mutu Pembelajaran
- Kunjungan Penasehat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembanhan Budaya Kemaritiman di Museum Tosan Aji
- Aula Wilcambidik Bruno Menjadi Tempat Persiapan Lomba Pramuka Garuda
- Evaluasi 2025 dan Perencanaan 2026 Pengerjaan rehab, revit
- DIKLAT GURU PENDIDIKAN PANCASILA
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo berupaya secepatnya memenuhi kebutuhan Kepala Sekolah
- Disaksikan Korwilcambidik Bruno, 110 Pramuka Garuda Dilantik
SEKOLAH PENGGERAK PURWOREJO SIAP BERJUAN TANPA BATAS

Bertempat di Aula C Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo diadakan Projek Manajemen Ofice (PMO). Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin bulanan dengan rentang waktu tanggal 1-10. Peserta PMO bulan Agustus 2023 ini terdiri atas pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo dan seluruh Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Purworejo dengan nara sumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah
Sgit Suprianto, SE, MM Kepala Bidang Pembinaan SD mengatakan bahwa tujuan PMO antara lain menjaga mutu Pendidikan, meningkatkat pembelajaran Elektronik, mengaktifkan komunitas belajar.
Menurut Dr. Mampuono, nara sumber utama dari BBPMP, hasil pembelajaran di Sekolah Penggerak perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini perlu dilakukam agar Program Sekolah Penggerak nyata manfaatnya untuk masyarakat.
Ada banyak hal yang sudah dilaksanakan oleh Sekolah Penggerak. Misalnya Siti Khomsatun, Kepala SD Jatiwangsan telah memulai kegiatan Sekolah Penggerak dengan peningkatan kompetensi guru, meningkatkan kerjasama dengan orang tua/wali. Woro Astuti - Kepala TK Tunas Rimba, Purworejo bekerjasama dengan orang tua siswa dalam pengadaan sarpras. Saat ini semua ruang di TK Tunas Rimba sudah mempunyai laptop. Agusng Setiono, Kepala SMP Negeri 6 memberlakukan guru piket yang mengamati aktifitas anak pada saat di luar pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk mendata sekaligus antisipasi terjadinya kekerasan di sekolah ataupun bulliying.
Diharapkan Sekolah Penggerak berbeda dengan yang lain. Semua komponen di Sekolah Penggerak harus mampu tergerak, bergerak, dan menggerakkan. Untuk itu, tentu saja harus berusaha dengan gigih dan telaten atau Berjuang Tanpa Batas
