- Dindikbud Purworejo Gelar Diklat Fasilitator Sekolah untuk Optimalkan Pemanfaatan IFP dalam Pembelajaran Digital
- Para atlit dari Purworejo mampu meraih Kejuaran di Tingkat Provinsi Jawa Tengah
- SMP NEGERI 32 DAN SMP NEGERI 34 PURWOREJO TAMPIL DI PEMBUKAAN FESTIVAL LAYANG-LAYANG PANTAI KETAWANG
- Ka Dindikbud himbau Pentingnya koordinasi dan komunikasi antar semua pegawai
- DINDIKBUD Purworejo Ikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026, Ajukan Wayang Gagrak Bagelenan, Clorot, dan Sega Penek Ngandul
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Laksanakan Konsultasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026
- PENYERAHAN SK MUTASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PURWOREJO
- Cetak Pembina Tersertifikasi, Kwartir Ranting Purwodadi Sukses Gelar Kursus Mahir Lanjutan 2026
- Isi Kekosongan Jabatan, 29 Kepala Sekolah SD dan SMP di Purworejo Resmi Dilantik dan Dikukuhkan
- Dindikbud Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Kebijakan WFA Guru Saat Libur Semester, Langkah Implementasi Segera Dimatangkan
SMP NEGERI 32 DAN SMP NEGERI 34 PURWOREJO TAMPIL DI PEMBUKAAN FESTIVAL LAYANG-LAYANG PANTAI KETAWANG

Purworejo, Minggu 5 Juli 2026 – Tim Kesenian SMP Negeri 32 Purworejo dan SMP Negeri 34 Purworejo tampil memukau dalam acara Pembukaan Festival Layang-Layang yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo. Kegiatan berlangsung Minggu, 5 Juli 2026 di Pantai Ketawang, Kecamatan Grabag.
Festival Layang-Layang sendiri telah dimulai sejak Sabtu, 4 Juli 2026 dan akan berlangsung beberapa hari ke depan. Pembukaan secara resmi dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si.Turut hadir dalam pembukaan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda Kabupaten Purworejo, serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Purworejo.
SMP Negeri 32 Purworejo menampilkan Tari Kreasi Baru “Klayangan Muluk”. Berasal dari tembung basa Jawa yang artinya layang-layang yang naik ke angkasa, tarian ini menggambarkan kemeriahan Festival Kesenian Rakyat Purworejo yang dipadukan dengan serunya lomba layang-layang. Tari ini memadukan unsur tradisional khas Purworejo yaitu kuda lumping dengan gerakan teatrikal yang dinamis. Kemeriahan Festival Kesenian Rakyat Purworejo dan kegembiraan tradisi lomba layang-layang ditampilkan sebagai simbol kebersamaan, kreativitas, dan pelestarian budaya. Hanguripi mring leluhur kanthi bebuding aji. Den rumati kanthi ikhlasing sajroning ati.
Sementara SMP Negeri 34 Purworejo menyuguhkan Tari Cingpoling Layangan. Tari Cingpoling merupakan warisan budaya tak benda Kabupaten Purworejo yang ditampilkan secara massal oleh siswa-siswi SMPN 34 Purworejo. Pementasan memadukan seragam Pramuka sebagai identitas Kabupaten Pramuka dan aksesori kepala berbentuk layang-layang sebagai simbol kreativitas. Karya ini merefleksikan harmoni antara kedisiplinan generasi muda dan semangat melestarikan tradisi lokal.
Agung Setiono, SE., M.Pd., Kabid Kebudayaan DINDIKBUD Kabupaten Purworejo mengapresiasi semangat anak-anak SMP bisa tampil percaya diri membawakan kesenian daerah.Keterlibatan pelajar dalam event wisata bukan hanya hiburan, tapi juga ruang ekspresi budaya dan promosi wisata Pantai Ketawang. Harapannya festival ini mampu mendongkrak kunjungan wisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir. Kehadiran tim kesenian sekolah menjadi nilai tambah. Wisata, olahraga rekreasi, dan budaya kita satukan di Pantai Ketawang.
