- SD Negeri Kaliwatukranggan Gelar Pesantren Kilat Ramadhan 2026
- SDN Pangengudang ramaikan gerakan ASRI
- Kegiatan Rutin selama Ramadhan: Guru dan Siswa SDN Piji Melaksanakan Salat Duha serta Tadarus Bersama
- SOSIALISASI PENYUSUNAN SK PENETAPAN ANGKA KREDIT KONVERSI JABATAN FUNGSIONAL GURU
- Kajian Ramadan SMP Negeri 17 Purworejo: Menguatkan Iman, Menata Jiwa, Menjemput Ampunan
- Persiapan Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026 2027 mulai dibeda juknisnya
- GUNA MENINGKATKAN IMAN DIDIKBUD GELAR PENGAJIAN RAMADHAN 1447 H MINGGU I TAHUN 2026
- SEMANGAT BERKARYA 192 SISWA SMPN 9 PURWOREJO IKUTI KOKURIKULER MEMBATIK SIAP KENAKAN KARYA SENDIRI
- awai Tarhib Ramadhan 1447 H kepada masyarakat di lingkungan sekolah
- GEMURUH PESTA SIAGA TAHUN 2026 KWARTIR RANTING KALIGESING
Diseminasi Calon Guru Penggerak

Diseminasi merupakan bentuk kegiatan yang ditujukan pada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, sadar, menerima dan melaksanakan informasi tersebut. Diseminasi dilaksanakan oleh Calon Guru Penggerak (CGP) yakni saudara Istiyadi, S.Kom dan Novi Ika Lestari, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya Kepala SMP Negeri 8 Purworejo Drs. Wahyudi Waluyojati, MM.Pd. menekankan bahwa filosofi pendidikan KHD (Ki Hajar Dewantara) pendidikan harus menuntun kekuatan kodrat yang ada pada anak yakni kodrat alami dan kodrat zamannya sehingga tercapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya (Konsep 3 dinding). Sementara itu budaya positif sekolah haruslah dapat menjadi karkater peserta didik imbuhnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 4 November 2022 bertempat di Aula SMP Negeri 8 Purworejo dengan menghadirkan seluruh tenaga pendidik.
Diseminator pertama Istiyadi, S.Kom mengetengahkan pentingnya Budaya Positif Sekolah yaitu meliputi Displin poisitif dan Nilai-nilai kebajikan universal, Teori Motivasi, hukuman dan penghargaan, restitusi serta keyakinan kelas. Sementara itu Novi Ika Lestari, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi Kebutuhan daasar manusia dan dunia berkualitas, restitusi posisi kontrol dan segitiga restitusi.
Hal yang menarik adalah peraturan kelas versus keyakinan kelas, kenapa harus keyakinan kelas karena keyakinan lebih menggerakkan seseorang (motivasi instrinsik) dibandingkan dengan mengikuti peraturan. Oleh karenanya maka guru/tenaga pendidikan harus mampu mengajakan peserta didik setiap kelas untuk membangun/menentukan keyakinan kelas sehingga lebih mudah untuk mengontrol disiplin peserta didik.
Diakhir kegiatan diseminasi Kepala Sekolah memberikan clossing steatment bahwa untuk membangun displin positif yang tumbuh menjadi karakter harus dimulai dari komponen terkecil sekolah yaitu guru, peserta didik, kelas dan sekolah. Selanjutnya untuk memberikan keselamatan dan kebahagiaan peserta didik dalam kehidupannya maka pembelajaran harus memahami kodrat alami dan kodrat zaman dari peserta didik.
