- RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN KARNAVAL PAUD DAN KARNAVAL SD-SMP
- Pengendalian satuan pendidikan bermasalah secara sistem dan kepatuhan juknis 2025
- PC PGRI Bagelen menggelar Workshop pembelajaran Koding dan STEM sebagai kunci Pendidikan Abad -21
- SMP Negeri 17 Purworejo laksanakan ANBK 2025
- 40 Pegawai dindidkbud mendapatkan penghargaan satya lencana
- Bapak Kadin baru langsung ikut gabung meriahkan karnafal
- Memperkenalkan profesi kepada murid melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)
- Semarak Kemerdekaan ke-80 SMPN 2 Purworejo Meriahkan dengan Jalan Sehat dan Lomba Seru
- Lomba MAPSI SD Se-Wilcambidik Gebang 2025: \" Membangun Generasi Islami yang Berkarakter dan Berprestasi.\"
- Kwartir Ranting (Kwarran) Loano menggelar Upacara Hari Pramuka ke-64 di SMP Negeri 25 Purworejo
Diseminasi Calon Guru Penggerak

Diseminasi merupakan bentuk kegiatan yang ditujukan pada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, sadar, menerima dan melaksanakan informasi tersebut. Diseminasi dilaksanakan oleh Calon Guru Penggerak (CGP) yakni saudara Istiyadi, S.Kom dan Novi Ika Lestari, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya Kepala SMP Negeri 8 Purworejo Drs. Wahyudi Waluyojati, MM.Pd. menekankan bahwa filosofi pendidikan KHD (Ki Hajar Dewantara) pendidikan harus menuntun kekuatan kodrat yang ada pada anak yakni kodrat alami dan kodrat zamannya sehingga tercapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya (Konsep 3 dinding). Sementara itu budaya positif sekolah haruslah dapat menjadi karkater peserta didik imbuhnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 4 November 2022 bertempat di Aula SMP Negeri 8 Purworejo dengan menghadirkan seluruh tenaga pendidik.
Diseminator pertama Istiyadi, S.Kom mengetengahkan pentingnya Budaya Positif Sekolah yaitu meliputi Displin poisitif dan Nilai-nilai kebajikan universal, Teori Motivasi, hukuman dan penghargaan, restitusi serta keyakinan kelas. Sementara itu Novi Ika Lestari, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi Kebutuhan daasar manusia dan dunia berkualitas, restitusi posisi kontrol dan segitiga restitusi.
Hal yang menarik adalah peraturan kelas versus keyakinan kelas, kenapa harus keyakinan kelas karena keyakinan lebih menggerakkan seseorang (motivasi instrinsik) dibandingkan dengan mengikuti peraturan. Oleh karenanya maka guru/tenaga pendidikan harus mampu mengajakan peserta didik setiap kelas untuk membangun/menentukan keyakinan kelas sehingga lebih mudah untuk mengontrol disiplin peserta didik.
Diakhir kegiatan diseminasi Kepala Sekolah memberikan clossing steatment bahwa untuk membangun displin positif yang tumbuh menjadi karakter harus dimulai dari komponen terkecil sekolah yaitu guru, peserta didik, kelas dan sekolah. Selanjutnya untuk memberikan keselamatan dan kebahagiaan peserta didik dalam kehidupannya maka pembelajaran harus memahami kodrat alami dan kodrat zaman dari peserta didik.